kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Galaxy Note 7 kena banned di Soetta, ini solusinya


Jumat, 18 November 2016 / 22:08 WIB
Galaxy Note 7 kena banned di Soetta, ini solusinya


Sumber: Antara | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Samsung Electronics Indonesia menyatakan siap membantu pengembalian uang (refund) bagi pemilik Samsung Galaxy Note 7 yang perangkatnya terkena larangan (banned) di Bandara International Soekarno-Hatta.

"Bisa," kata Marketing Director IT & Mobile Business Vebbyna Kaunang di Jakarta, Jumat (18/11).

Vebbyna menyatakan insiden ledakan Note 7 tidak ada yang terjadi di Indonesia karena hingga sekarang Samsung Indonesia belum memberikan produk kepada konsumen yang sudah memesan.

"Kita belum menjual di toko untuk Note 7. Yang sudah kita lakukan dulu adalah pre-order, barangnya pun belum pernah kita kasih ke konsumen," kata Vebbyna.

Meskipun produk belum masuk ke Indonesia, perusahaan tersebut mengantisipasi konsumen dari luar yang datang dan kemungkinan mereka tidak bisa kembali dengan perangkat mereka itu.

Vebbyna menyatakan konsumen dapat menelepon bantuan tim Samsung dari bandara.

"Kalau device-nya tidak bisa dikembalikan seperti anjuran dari semua negara, device di-refund. Kita akan memberikan penggantian," katanya.

Menurut dia, kebijakan penggantian Galaxy Note 7 di tiap negara berbeda. Di Indonesia, penggantian tidak ada batas waktu karena perangkat tersebut belum dijual.

Sejauh ini, Vebbyna menyatakan tidak ada kasus ledakan Samsung Galaxy Note 7 di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×