Reporter: Leni Wandira | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Industri kelapa sawit Indonesia menghadapi tantangan menjaga daya saing di tengah perubahan kebijakan perdagangan, tensi geopolitik, dan transisi energi global.
Dinamika tersebut menjadi salah satu isu yang akan dibahas Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) dalam konferensi The 22nd Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) 2026 pada 11–13 November mendatang di Bali.
Ketua Umum Gapki Eddy Martono mengatakan, perubahan lanskap ekonomi dan geopolitik global membuat pelaku industri perlu mencermati kembali arah perdagangan serta kebijakan yang mempengaruhi pasar sawit.
Baca Juga: Ekspor Sawit Indonesia Diprediksi Turun Jadi 26,5 Juta Ton pada 2027, Ini Pemicunya
“Melalui IPOC 2026, kami ingin membahas bagaimana industri sawit Indonesia dapat tetap tangguh, dan justru menjadi bagian dari solusi bagi ketahanan pangan dan energi, baik di dalam negeri maupun global,” ujar Eddy dalam konferensi pers di kantor Gapki, Jumat (9/10/2026).
Sejumlah isu yang akan dibahas mencakup ketahanan ekonomi, transisi energi, keamanan pangan, perdagangan internasional, hingga tren pasar minyak nabati. Pembahasan tersebut juga akan menyoroti dampak perang dagang, kebijakan proteksionisme, persaingan geopolitik, serta perbedaan standar keberlanjutan antarnegara terhadap akses pasar produk sawit Indonesia.
Dari sisi domestik, sawit memiliki peran penting sebagai bahan baku minyak goreng dan pangan olahan, sekaligus mendukung program biodiesel. Industri ini juga menjadi sumber devisa ekspor dan menopang kegiatan ekonomi masyarakat di wilayah perkebunan, termasuk petani sawit rakyat.
Dalam konferensi tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dijadwalkan menyampaikan pidato kunci mengenai peran sawit dalam memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia. Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy juga dijadwalkan membahas strategi ketahanan pangan dan energi melalui sawit.
Selain itu, Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno akan membahas implementasi regulasi antideforestasi Uni Eropa atau European Union Deforestation Regulation (EUDR) dan kesiapan Indonesia.
Baca Juga: 11 Proyek Hilirisasi Meluncur, IWIP Masuk Fase Baru Pengembangan Ekosistem Industri
Sementara itu, Wakil Menteri Keuangan Juda Agung dijadwalkan mengulas ketahanan ekonomi Indonesia dan industri sawit.
Agenda konferensi juga mencakup pembahasan kebijakan biodiesel dan pendanaan industri. Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Eddy Abdurrachman akan memaparkan peran lembaga tersebut dalam mendukung industri sawit berkelanjutan.
Adapun Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi dijadwalkan membahas kebijakan biofuel sebagai instrumen ketahanan ekonomi.
Dari sisi pasar, IPOC 2026 akan menghadirkan analis minyak nabati senior Dorab Mistry dari Godrej International Ltd. untuk memaparkan prospek harga minyak nabati pada 2027. Sejumlah pembicara lainnya juga akan mengulas perkembangan permintaan dari pasar utama, termasuk China dan India, serta perubahan arus perdagangan minyak nabati global.
Ketua Panitia IPOC 2026 Suryanto Bun mengatakan, konferensi dirancang untuk memberikan gambaran mengenai arah kebijakan, dinamika perdagangan, dan prospek harga yang dapat menjadi bahan pertimbangan pelaku industri dalam menyusun strategi bisnis.
Baca Juga: Ekspor Baterai EV Jadi Angin Segar, Teknologi dan Pasar Domestik Masih Terbatas
“Kami merancang IPOC 2026 agar peserta mendapatkan gambaran yang utuh, mulai dari arah kebijakan pemerintah, dinamika geopolitik dan perdagangan, hingga proyeksi harga 2027,” ujar Suryanto.
Mengusung tema Palm Oil in a Fragmented World: Securing Food, Energy, and Economic Resilience!, IPOC 2026 akan mempertemukan pelaku industri, pemerintah, analis, dan investor untuk membahas posisi sawit dalam menjaga ketahanan pangan, energi, dan ekonomi.
Selain konferensi, acara ini juga akan menghadirkan pameran teknologi, produk, dan layanan pendukung industri sawit dari sektor hulu hingga hilir. Rangkaian kegiatan dijadwalkan berlangsung di Bali International Convention Center, The Westin Resort Nusa Dua, Bali.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














