kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Gapura Prima (GPRA) masih tunggu detail skema penjual lahan negara di ibu kota baru


Rabu, 04 September 2019 / 19:22 WIB
ILUSTRASI. Gapura Prima (GPRA) masih menunggu detail skema penjual lahan negara di ibu kota baru.


Reporter: Harry Muthahhari | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Demi memindahkan ibu kota dari DKI Jakarta ke Kalimantan Timur, Presiden Joko Widodo berniat melakukan penjualan sebagian lahan ibu kota baru itu. Tujuannya demi pendanaan pembangunan ibu kota itu sendiri.

Direktur PT Perdana Gapuraprima Tbk (GPRA) Alvin F Iskandar mengaku pihaknya sudah sedikit tahu terkait rencana pemerintah itu. “Tapi buat kami cara penjualan dan skemanya seperti apa nanti itu yang akan kami cermati,” katanya kepada Kontan.co.id, Rabu (4/9).

Baca Juga: Presiden Joko Widodo bikin kontes nama Ibukota baru

Penambahan lahan bagi GPRA memang kerap dilakukan setiap tahun. Ke depan, penambahan lahan baru juga tetap menjadi fokus perusahaan baik di sekitar lahan yang sudah digarap GPRA maupun lahan baru.

Tahun ini saja, GPRA sedang memproses akuisisi lahan di kawasan Kabupaten Bogor yang akan dijadikan hunian untuk kelas menengah bawah dengan harga Rp 300 jutaan. Nilai investasinya, kata Alvin, sekitar Rp 50 miliar. Adapun lahan yang diakuisisi itu seluas 10 hektare.

Baca Juga: BKPM: Belum ada peningkatan minat investasi ke calon ibu kota baru

Soal apakah GPRA tertarik membeli lahan yang dijual pemerintah di untuk ibu kota itu, kata Alvin, pihaknya tinggal bersiap-siap saja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×