kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Garap energi matahari, Pertamina rogoh US$ 50 juta


Minggu, 09 Desember 2012 / 08:31 WIB
ILUSTRASI. Penyebab Tanaman Berbuah Tidak Menghasilkan Buah.


Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. PT Pertamina berniat melakukan pengembangan bisnis energi terbarukan dengan menambah nilai investasi sebesar US$ 50 juta. Nilai investasi itu digunakan untuk pengembangan dan penelitian energi surya.

Rencana investasi tersebut disampaikan Karen Agustiawan, Direktur Utama Pertamina di Jakarta, Sabtu (8/12). Karen bilang, akan menggunakan generator sel surya sebagai sumber energi di kantor-kantor Pertamina di Indonesia,

"Kami akan menempatkan yang terbaik untuk mengurangi penggunaan energi berbasis fosil di kantor kami dan unit bisnis, dari konvensional ke non-konvensional yang," kata Karen. Ia  menambahkan, bahwa dalam upayanya untuk mengurangi penggunaan bahan bakar berbasis fosil, Pertamina juga sudah menggunakan Light Emitting Diode (LED) di kantornya.

Pertamina saat ini sedang mempertimbangkan kerjasama bisnis dengan Jasa Marga dalam menyediakan lampu solar cell untuk menerangi jalan tol yang dikelola Jasa Marga. "Kami akan melihat teknologi optik yang diperlukan dibisnis ini. Jika lengkap, kami akan mengalokasikan US$ 50 juta," katanya. (Arif Wicaksono/Tribunnews)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×