kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Gojek ubah argo tanpa sepengetahuan driver


Selasa, 03 November 2015 / 13:40 WIB


Reporter: Pamela Sarnia | Editor: Havid Vebri

JAKARTA. Sejumlah pengemudi atau driver Gojek merencanakan demo atas perubahan tarif per kilometer yang semula Rp 4.000/km menjadi Rp 3.000/km. Para driver kecewa perubahan tarif yang berlaku sejak Senin (2/11) itu tidak disertai dengan pemberitahuan terlebih dahulu.

"Biasanya, kalau ada perubahan kami diberitahu lewat SMS atau ada notifikasi di aplikasi. Tapi kali ini tidak ada," kata Hasan Sambasi saat ditemui di depan Kantor Pusat Gojek, Jakarta Selatan, Selasa (3/10).

Senada dengan Hasan, driver lain Muhamad Nisa (42) pun mengaku tidak diberitahu soal perubahan tarif. "Tidak ada pengumumannya. Selama ini ada perubahan tarif dan promo juga tidak ada pengumuman," keluh Nisa.

Kekecewaan driver semakin bertambah setelah mengetahui kebijakan baru itu merugikan mereka. Menurut perhitungan seorang driver bernama Ubaidillah Yahya (52), argo baru ini memangkas setengah dari penghasilan mereka.

"Jadi kalau yang biasanya dapat Rp 100.000 per hari, sekarang dengan tarif Rp 3000/km hanya dapat Rp 50.000 per hari," kata Ubaidillah.

Kebijakan ini dinilai merugikan driver dan menguntungkan penumpang. "Dengan tarif Rp 4.000/km saja penumpang bisa untung Rp 15.000 sampai Rp 20.000 sekali jalan," papar Nisa.

"Sekarang dengan harga Rp 3.000/km, ditambah dengan masalah jumlah driver yang membludak, sistem yang tidak akurat, dan permintaan yang banyak, hal ini sangat memberatkan driver," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×