kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.315.000 0,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

GP Jamu proyeksikan penjualan jamu dan produk herbal tumbuh 5% di 2021


Jumat, 22 Januari 2021 / 19:49 WIB
GP Jamu proyeksikan penjualan jamu dan produk herbal tumbuh 5% di 2021
ILUSTRASI. Empon-empon bahan baku jamu tradsional atau minuman herbal. KONTAN/Muradi/2020/04/18


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gabungan Pegusaha Jamu (GP Jamu) memproyeksikan pertumbuhan penjualan jamu dan produk herbal di 2021 sebesar 5%.

Ketua Umum GP Jamu, Dwi Ranny Pertiwi menyebutkan saat ini prospek jamu dan obat herbal semakin bagus. Hal tersebut lantaran dengan situasi pandemi Covid-19 ini banyak masyarakat berusaha meningktkan imunitasnya.

"Jadi memang beberapa perusahaan mulai membuat merek baru karena memang permintaan besar dan sekarang dari luar negeri ke Indonesia banyak yang mencari rempah-rempahnya," ujarnya kepada kontan.co.id, Jumat (22/1).

Dwi bilang saat ini produk yang paling banyak dicari dikalangan masyarakat adalah produk untuk meningkatkan imunitas, salah satunya jahe merah. "Makanya, seperti Bintang Toedjoe itu bikin perkebunan besar-besar untuk jahe merah bersama para petani," lanjutnya.

Baca Juga: GP Jamu minta perpanjangan penahapan wajib sertifikasi halal

Selain produk untuk imunitas, produk-produk seperti penyegar tenggorokan juga banyak dicari masyarakat. Karenanya, Dwi bilang produk seperti larutan Cap Badak saat ini memiliki penjualan yang sedang baik.

Dengan tren tersebut, ia memperkirkan industri jamu dan produk herbal tahun ini akan tumbuh 5%. Ia mengakui untuk realisasi 2020 belum memiliki data terbaru. Namun, ia melihat pada semester I-2020 memang terjadi tren penurunan yang disebabkan akibat penurunan daya beli masyarakat akibat pandemi Covid-19.

"Namun, semakin ke sini penjulan jamu dan produk herbal semakin membaik karena masyarkat semakin sadar akan kesehatan. Kami memproyeksikan di 2021 sendiri paling tidak tumbuh 5%," ujarnya.

Sebagai informasi, sepanjang 2019 Dwi memaparkan realisasi penjualan jamu dan produk herbal berdasarkan data BPS sebesar Rp 16 triliun.

Selanjutnya: Rachmat Gobel: Industri herbal jadi primadona yang terabaikan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet Using Psychology-Based Sales Tactic to Increase Omzet

[X]
×