kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.799.000   25.000   0,90%
  • USD/IDR 17.900   47,00   0,26%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

Groundbreaking smelter Freeport terancam mundur


Senin, 30 Mei 2016 / 20:35 WIB


Reporter: Pratama Guitarra | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Jadwal peletakan batu pertama atau groundbreaking proyek fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) milik PT Freeport Indonesia (PTFI) di Gresik, Jawa Timur, terancam mundur. Penyebabnya, lahan yang masih belum siap 100%.

Adapun smelter tersebut membutuhkan lahan seluas 80 hektare (ha) yang disewa dari PT Petrokimia Gresik.

Juru bicara PTFI Riza Pratama mengatakan, pihaknya masih menunggu selesainya persiapan lahan. Padahal, groundbreaking proyek senilai US$ 2,3 miliar tersebut ditargetkan bisa dilakukan pada Juli mendatang. "Kami masih menunggu lahan sedang dipersiapkan," katanya, kepada KONTAN, Senin (30/5).

Sementara itu, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono menyatakan, progres pembangunan smelter PTFI tersebut memang belum signifikan. Bahkan, dia mengaku belum mendapat laporan terbaru terkait proyek tersebut. Bambang pun sangsi groundbreaking bisa dilakukan pada Juli mendatang.

"Klaim mereka seperti itu (groundbreaking), tapi kami melihatnya sampai saat ini progresnya belum signifikan," tandasnya, di Kantor Dirjen Mineba, Senin (30/5).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×