kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Groundbreaking smelter Freeport terancam mundur


Senin, 30 Mei 2016 / 20:35 WIB
Groundbreaking smelter Freeport terancam mundur


Reporter: Pratama Guitarra | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Jadwal peletakan batu pertama atau groundbreaking proyek fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) milik PT Freeport Indonesia (PTFI) di Gresik, Jawa Timur, terancam mundur. Penyebabnya, lahan yang masih belum siap 100%.

Adapun smelter tersebut membutuhkan lahan seluas 80 hektare (ha) yang disewa dari PT Petrokimia Gresik.

Juru bicara PTFI Riza Pratama mengatakan, pihaknya masih menunggu selesainya persiapan lahan. Padahal, groundbreaking proyek senilai US$ 2,3 miliar tersebut ditargetkan bisa dilakukan pada Juli mendatang. "Kami masih menunggu lahan sedang dipersiapkan," katanya, kepada KONTAN, Senin (30/5).

Sementara itu, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono menyatakan, progres pembangunan smelter PTFI tersebut memang belum signifikan. Bahkan, dia mengaku belum mendapat laporan terbaru terkait proyek tersebut. Bambang pun sangsi groundbreaking bisa dilakukan pada Juli mendatang.

"Klaim mereka seperti itu (groundbreaking), tapi kami melihatnya sampai saat ini progresnya belum signifikan," tandasnya, di Kantor Dirjen Mineba, Senin (30/5).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×