Reporter: Hasbi Maulana | Editor: Edy Can
JAKARTA. Terus bertumbuhnya kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik ke Bali, menyebabkan bisnis hotel di Pulau Dewata itu kian memikat. Tak heran, perusahaan asal Bali yang semula bergerak di bisnis ritel, Grup Hardys Holdings, mulai melirik bisnis ini. Dimulai tahun ini,Hardys\'s Holdings merambah bisnis hotel melalui anak usahanya, Hardy\'s Global Investindo (HGI).
Direktur HGI, Hismad Abubakar, menuturkan, tahun ini HGI sedang menggarap dua proyek hotel bujet di Bali. Dalam mengembangkan hotel itu, HGI menggandeng dua operator hotel, yaitu PT Intiwhiz International dan Harris Hotel Group.
Menurut Hismad, dalam dua proyek hotel ini, HGI bertindak sebagai pemilik tanah dan gedung. "Kami yang akan membangun, sedangkan yang mengelola partner kami," katanya, akhir pekan lalu. Maklum, HGI belum berpengalaman mengelola hotel.
HGI bersama Intiwhiz baru saja meneken perjanjian pengembangan hotel di Sanur bertajuk Whiz Hotel. Pembangunan hotel akan dimulai pada kuartal keempat tahun ini, dan diperkirakan rampung 12 bulan kemudian.
Whiz Hotel Sanur dibangun di atas lahan seluas 1.000 meter persegi. Luas bangunan mencapai 4.000 meter persegi dan menyediakan 95 kamar.
Sebelumnya, HGI juga sudah menggaet Harris Hotel Group untuk mendirikan satu hotel di Singaraja, Bali. Hotel yang diberi nama Pop Harris dibangun di atas lahan seluas 1.500 meter persegi, dan akan memiliki 120 kamar. "Pembangunannya sudah dimulai awal Juli ini, dan diperkirakan rampung Februari 2013," kata Hismad.
Kata Hismad, untuk membangun kedua hotel tersebut, perusahaan menggelontorkan investasi masing-masing Rp 45 miliar. Dana untuk pengembangan dua hotel itu bersumber dari kas internal.
Dia memperkirakan, tarif hotel Pop Harris berkisar Rp 250.000 - Rp 450.000 per kamar per malam. Target okupansi untuk tahun pertama diperkirakan mencapai 60% dari total kamar.
Lebih agresif di 2013
Tahun depan, Hardy\'s bakal lebih agresif menggarap bisnis hotel. Kata Hismad, perusahaan bakal menambah sembilan hotel lagi di 2013. Saat ini HGI memiliki landbank untuk hotel seluas 14.000 meter persegi yang tersebar di Kabupaten Badung, Bali.
Agresifnya HGI dalam mengembangkan bisnis hotel disokong potensi pasar yang besar. Menurut Hismad, ada gap market atau ruang kosong dalam bisnis hotel di Bali yang masih bisa diisi. Bali tidak hanya menjadi kawasan wisata, tetapi juga tempat pertemuan para pebisnis.
"Saat ini masih sedikit yang membidik pelancong dan pebisnis. Ruang kosong itulah yang kami isi dengan mendirikan hotel untuk menggaet pebisnis dan wisatawan sekaligus," ujar Hismad.
Dia mengaku tidak khawatir dengan kompetitor. Soal suplai dan demand pasti akan ada terus, yang terpenting dalam persaingan adalah pemilihan lokasi yang tepat," imbuhnya
Sayang, Hismad belum bisa mengungkapkan kontribusi bisnis hotel terhadap pendapatan perusahaan.
Selain mengembangkan hotel, HGI yang juga berbisnis real estate dan properti ini akan membangun perumahan di daerah Ketewel, Bali.
Presiden Direktur PT Grup Hardy’s Holding Gede Agus Hardyawan mengungkapkan, pembangunan real estate dan properti akan dimulai saat lahan yang diakuisisi mencapai 10 hektare (ha). Saat ini, perusahaan baru berhasil mengakuisisi seluas 3 ha. Ditargetkan, pembangunan dapat dimulai tahun depan. n
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













