Penulis: Chelsea Anastasia | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten properti PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) berharap suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) masih berada di bawah 10% imbas kenaikan suku bunga acuan atau BI rate.
Sebagai informasi, Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,5% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada Selasa (9/6/2026).
Direktur PT Metropolitan Land Tbk, Olivia Surodjo mengatakan, kenaikan BI rate tentu menjadi salah satu hal yang dicermati perusahaan karena dapat mempengaruhi daya beli masyarakat, khususnya pembelian properti melalui skema KPR.
Baca Juga: Susunan Direksi Berubah, Antam Fokus Perkuat Hilirisasi dan Nilai Tambah Mineral
"Untuk itu, kami berharap suku bunga KPR masih single digit sebagai efek dari kenaikan BI Rate," jelasnya kepada Kontan, Rabu (10/6/2026) malam.
Harapan ini seiring MTLA yang masih optimistis dapat meraih target marketing sales sebesar Rp 2 triliun hingga akhir 2026. Meskipun, Olivia menyebut MTLA tetap akan terus memantau perkembangan pasar dan kondisi ekonomi secara keseluruhan.
Perusahaan juga mencermati prospek sektor properti sepanjang tahun masih mampu terjaga, terutama pada segmen hunian end-user. Menurut Olivia, hal ini dapat ditopang oleh kebijakan pemerintah dan ketersediaan program pembiayaan yang mendukung.
"Kami melihat kebutuhan hunian terutama dari segmen end user, masih ada didukung dengan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP)," ujarnya.
Untuk menjaga daya beli di sektor properti, MTLA mengimbau pemerintah dapat terus menjaga stabilitas ekonomi, melanjutkan berbagai insentif yang terbukti efektif mendorong penjualan properti, serta mempercepat pembangunan infrastruktur.
"Kebijakan-kebijakan tersebut dapat membantu menjaga minat beli masyarakat dan mendukung pertumbuhan industri properti ke depan," kata Olivia.
Ia melanjutkan, MTLA sendiri terus menawarkan berbagai kemudahan untuk pembeli guna mempertahankan minat konsumen. Mulai dari harga kompetitif, bebas biaya tambahan, hingga kemudahan uang muka.
Baca Juga: Tak Bau Asap Lagi, Ini Alasan Banyak Perokok Beralih ke Tembakau Alternatif
Selain itu, Olivia bilang pihaknya berupaya tetap menjaga kepercayaan konsumen dengan menjaga kualitas produk dan menghadirkan produk yang sesuai kebutuhan pasar. "Kami juga terus mengembangkan kawasan dengan akses dan fasilitas yang semakin lengkap," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













