kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.695   109,00   0,62%
  • IDX 6.445   -278,49   -4,14%
  • KOMPAS100 855   -38,45   -4,30%
  • LQ45 636   -21,55   -3,28%
  • ISSI 233   -10,08   -4,15%
  • IDX30 361   -10,30   -2,78%
  • IDXHIDIV20 446   -9,47   -2,08%
  • IDX80 98   -3,93   -3,86%
  • IDXV30 127   -3,02   -2,33%
  • IDXQ30 116   -2,78   -2,33%

Hampir seluruh educational product Tigaraksa Satria (TGKA) sudah online


Senin, 13 Agustus 2018 / 16:03 WIB
ILUSTRASI. Susu SGM produksi Sari Husada didistrubusikan oleh Tigaraksa Satria


Reporter: Andy Dwijayanto | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Tigaraksa Satria Tbk (TGKA) menyampaikan saat ini bisnis educational product khususnya buku-buku pendidikan hampir seluruhnya sudah beralih ke online. Digitalisasi produk buku pendidikan ini juga memberikan kontribusi yang baik terhadap kinerja perusahaan.

Di semester I-2018, penjualan segmen buku pendidikan tercatat sebesar Rp 166,77 miliar. Jumlah tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat ketimbang sebelumnya yang hanya Rp 80,86 miliar. Targetnya segmen tersebut akan terus bertumbuh sampai dengan akhir tahun.

Lianne Widjaja, Presiden Direktur TGKA menyampaikan bahwa perusahaan menargetkan pertumbuhan di bisnis educational product bisa meningkat dobel digit. Dengan digitalisasi, perusahan tak perlu susah payah menjual buku pendidikan dengan metode direct selling.

“Memang kalau dari educational product itu tidak terlalu besar, itu peningkatannya tidak terlalu kelihatan tetapi dari bottom line itu memberikan kontribusi yang signifikan bisa meningkat lebih dari tiga kali lipat dari sebelumnya,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Senin (13/8).

Dengan digitalisasi segmen educational product juga memiliki cakupan pasar yang lebih luas, hal ini yang menyebabkan pendapatan dari segmen tersebut tercatat meningkat. Perusahaan menyatakan sebagian besar dari produk educational miliknya sudah berformat digital.

Demand akan terus meningkat dengan perubahan dari bisnis offline ke online, ya sudah hampir semuanya online bisa dibilang hampir 100% online,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×