kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.916.000   4.000   0,14%
  • USD/IDR 16.918   17,00   0,10%
  • IDX 8.274   -36,15   -0,43%
  • KOMPAS100 1.163   -5,91   -0,51%
  • LQ45 834   -4,25   -0,51%
  • ISSI 296   -0,45   -0,15%
  • IDX30 437   -1,48   -0,34%
  • IDXHIDIV20 520   -5,14   -0,98%
  • IDX80 130   -0,58   -0,44%
  • IDXV30 144   0,34   0,24%
  • IDXQ30 140   -1,50   -1,06%

Harga Cabai Naik pada Awal Ramadan, Pelaku Usaha Prediksi Harga Turun Setelah Lebaran


Kamis, 19 Februari 2026 / 15:29 WIB
Harga Cabai Naik pada Awal Ramadan, Pelaku Usaha Prediksi Harga Turun Setelah Lebaran
ILUSTRASI. Harga Cabai Merah Naik (KONTAN/Cheppy A. Muchlis) Pada awal bulan puasa atau Ramadan 2026, harga cabai rawit merah masih berada di atas harga acuan dan diprediksi turun setelah Lebaran.


Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pada awal bulan puasa atau Ramadan, harga cabai rawit merah masih berada di atas harga acuan. Pelaku usaha menyebut harganya baru akan normal setelah Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran 2026.

Mengacu data Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas), harga rata-rata nasional cabai rawit merah saat ini sebesar Rp 76.198 per kilogram (kg), atau masih 33,68% di atas harga acuan penjualan (HAP) nasional sebesar Rp 40.000–57.000 per kg.

Berdasarkan provinsi, Jakarta mencatat harga cabai rawit merah tertinggi sebesar Rp 105.333 per kg, sedangkan terendah ada di Sulawesi Tenggara dengan harga Rp 45.340 per kg.

Ketua Umum Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI), Abdul Hamid mengungkapkan, saat ini cabai rawit ini sudah mulai panen. Adapun panen raya umumnya terjadi pada panen kelima atau keenam. 

Baca Juga: Dukung Penataan Pesisir, Lautan Luas Membangun 30 Rumah Layak Huni di Tanjung Kait

“Kalau satu kali panen itu intervalnya lima hari, berarti kalau sampai panen keenam itu butuh waktu sekitar 30 hari. Jadi, kemungkinan pasokan akan banyak setelah Lebaran,” ujarnya saat dihubungi Kontan, Kamis (19/2/2026).

Saat ini, Hamid menyebut kenaikan harga cabai rawit merah dipicu oleh cuaca yang hujan terus-menerus. Hal ini akhirnya membuat cabai rentan terserang jamur.

“Biasanya petani tidak boleh telat menyemprot (obat antijamur), apalagi kalau hujan terus. Kebanyakan masalahnya di situ,” imbuhnya.

Di pasaran, lanjut Hamid, saat ini ada yang menjual cabai rawit merah sampai Rp 120.000 per kg. Meskipun, di pasar induk, harganya masih relatif lebih terjangkau.

“Seperti di Pasar Induk Kramat Jati Jakarta, itu masih sekitar Rp 80.000 – Rp85.000 (per kg). Itu secara umum ya,” kata dia.

Sementara, Hamid bilang harga cabai merah keriting dan cabai merah besar masih di bawah cabai rawit merah. Harga cabai keriting ada di rentang Rp 30.000 – Rp 35.000, tetapi dijual di pasaran sekitar Rp 50.000. “Untuk cabai besar, harganya hampir sama dengan cabai keriting,” katanya.

Hamid menilai, meskipun harga cabai rawit merah cenderung masih akan bertahan tinggi hingga pasca-Ramadan, intervensi pemerintah seperti Fasilitas Distribusi Pangan (FDP) dapat membantu.

Ia mencontohkan, di sejumlah wilayah seperti Sulawesi, harga cabai rawit merah saat ini di kisaran Rp 45.000–Rp 50.000 per kg. Pasokan dari daerah tersebut, menurutnya, bisa didistribusikan ke pasar-pasar di Jawa atau Jakarta untuk menekan harga.

“Itu bisa dimasukkan ke pasar di Jawa atau Jakarta dengan harga yang sama, dengan ongkos kirim yang dibayar oleh fasilitas pemerintah,” jelasnya.

Dengan adanya subsidi ongkos kirim melalui FDP, selisih harga antar daerah dapat ditekan sehingga harga di tingkat konsumen lebih terkendali.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, pemerintah telah berkoordinasi dengan asosiasi petani soal kenaikan harga cabai. 

Menurutnya, faktor cuaca, khususnya curah hujan tinggi, menjadi penyebab terganggunya distribusi meskipun produksi relatif tersedia.

“Curah hujan yang tinggi menyebabkan distribusi terganggu sehingga berdampak pada pergerakan harga. Koordinasi terus kami lakukan untuk memastikan pasokan kembali lancar,” jelasnya ditemui di kantor Kemendag, Rabu (18/2/2026). 

Baca Juga: Kao Indonesia Gelar Program Bersih Masjid Saat Ramadan

Selanjutnya: Rupiah Jisdor Melemah 0,24% ke Rp 16.895 per Dolar AS pada Kamis (19/2/2026)

Menarik Dibaca: Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2026 Kota Banjarmasin dan Sekitarnya, Cek di Sini!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×