kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.037   32,00   0,19%
  • IDX 7.103   -81,40   -1,13%
  • KOMPAS100 982   -11,19   -1,13%
  • LQ45 720   -7,28   -1,00%
  • ISSI 254   -3,17   -1,23%
  • IDX30 391   -2,64   -0,67%
  • IDXHIDIV20 485   -1,85   -0,38%
  • IDX80 111   -1,07   -0,96%
  • IDXV30 135   -0,10   -0,08%
  • IDXQ30 127   -0,81   -0,63%

Harga cengkih bangkit dari keterpurukan


Rabu, 07 Desember 2016 / 10:39 WIB


Reporter: Fahriyadi | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Petani cengkih tengah bersuka cita menyambut akhir tahun ini. Pasalnya, harga cengkih kembali melambung setelah sebelumnya sempat anjlok karena diterpa kabar kenaikan harga cukai dan harga rokok bakal dijual Rp 50.000 per bungkus pada tahun depan.

Saat ini, harga cengkih petani bertengger di angka Rp 120.000 per kilogram (kg) atau lebih tinggi dari harga Oktober lalu yang anjlok hingga Rp 75.000 per kg akibat isu kenaikan cukai rokok.

Ketua Asosiasi Petani Cengkeh Indonesia Dahlan Said menyebut, harga cengkih saat ini merupakan harga yang dinantikan dan titik ideal bagi petani. "Meski dilanda cuaca buruk, tapi tanaman cengkih tumbuh dengan baik sehingga harganya masih tinggi," ujarnya kepada KONTAN, Selasa (6/12).

Menurut Dahlan, meskipun harga tinggi tapi petani tak bisa menjual cengkih lebih banyak tahun ini karena produksi cengkih diprediksi bakal stagnan di angka 110.000 ton seperti tahun lalu.

Dari jumlah tersebut, sekitar 94% dialokasikan untuk industri rokok, sedangkan 6% sisanya untuk industri non rokok yang meliputi industri kosmetik dan pestisida.

Bahkan, saat ini, APCI mengklaim tengah menggelar penelitian soal manfaat cengkih sebagai bahan pengawet alami untuk industri. "Saat ini masih dalam kajian. Kami berharap jika hasil penelitian positif, makapasar alternatif cengkih bakal lebih beragam," ungkapnya.

Kendati begitu, Dahlan bilang, cengkih masih akan tetap bertumpu pada pabrik rokok kretek yang merupakan penyerap utama cengkih nasional dalam beberapa tahun ke depan. Apalagi di akhir tahun ini banyak pabrik rokok yang mulai menyerap cengkih petani untuk bahan baku produksi tahun depan.

Gamal Nasir, Ketua Dewan Rempah Indonesia menambahkan pasar cengkih lokal akan terus membaik dan harga tinggi tahun ini akan membuat petani terus menanam komoditas tersebut tahun depan. "Potensi cengkih sebagai salah satu rempah-rempah unggulan masih cukup menjanjikan. Apalagi, impor cengkih mulai menurun," tutur Gamal.

Lebih jauh, Gamal tengah mendorong untuk mendekatkan petani cengkih dengan pabrikan rokok kretek. Salah satunya adalah memastikan pabrikan rokok terus menjaga penyerapan dengan harga yang tinggi bagi petani.
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×