kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.713.000   -20.000   -0,73%
  • USD/IDR 17.904   -126,00   -0,70%
  • IDX 5.747   404,51   7,57%
  • KOMPAS100 759   60,97   8,73%
  • LQ45 569   42,24   8,01%
  • ISSI 197   12,24   6,63%
  • IDX30 323   24,38   8,17%
  • IDXHIDIV20 398   27,88   7,53%
  • IDX80 86   6,64   8,36%
  • IDXV30 108   6,11   5,97%
  • IDXQ30 104   7,83   8,16%

Harga gandum naik 7%, harga terigu masih stabil


Jumat, 05 Oktober 2018 / 09:01 WIB
ILUSTRASI. Kenaikan harga Gandum


Reporter: Kiki Safitri | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga komoditi pertanian naik, termasuk gandum. Menurut data Bloomberg, hari ni harga gandum untuk pengiriman Desember 2018 di Chicago Board of Trade adalah US$ 5,18 per gantang (35,2 liter).

Menurut Direktur Eksekutif Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo), Ratna Sari Lopis kenaikan harga ini tidak bedampak pada importir gandum.

“Enggak ada dampaknya, paling ada kenaikan harga tapi berapanya saya enggak tau. Tapi di dalam cost terigu harga gandumnya itu sendiri 90%. Tapi kenaikan harga juga relatif kecil,” kata Ratna saat dihubungi Kontan.co.id, Kamis (4/10).

Menurut data Bloomberg, kenaikan harga gandum mencapai 7,88% sejak awal tahun. Untuk proyeksi produksi gandum hingga akhir tahun 2018 sejauh ini trennya bertumbuh 5,95% dari Januari hingga Juni 2018.

“Produksi gandum 2018 biasanya trennya naik 5% sampai 6% %. Terigunya yang hampir 6 juta ton, itu ekuivalen dengan gandum. Karena 1 ton gandum itu menjadi 750 kg terigu dan yang 250 kg akan menjadi pakan ternak (kulitnya)," kata Ratna.

Ratna menyebut sejauh ini tidak ada pengaruhnya kepada kenaikan harga. Bahkan ia menyebut bahwa permintaan pasar masih stabil.

Di Jakarta, rata-rata harga tepung terigu masih stabil yakni di angka Rp 7.627 per kilogram.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×