kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.012.000   68.000   2,31%
  • USD/IDR 16.905   -13,00   -0,08%
  • IDX 8.272   -2,31   -0,03%
  • KOMPAS100 1.164   0,60   0,05%
  • LQ45 835   1,00   0,12%
  • ISSI 295   -1,17   -0,39%
  • IDX30 437   0,09   0,02%
  • IDXHIDIV20 522   2,39   0,46%
  • IDX80 130   0,02   0,01%
  • IDXV30 143   -0,62   -0,43%
  • IDXQ30 140   0,46   0,33%

Kadin Minta Presiden Batalkan Impor 105.000 Mobil dari India untuk Kopdes Merah Putih


Minggu, 22 Februari 2026 / 11:49 WIB
Kadin Minta Presiden Batalkan Impor 105.000 Mobil dari India untuk Kopdes Merah Putih
ILUSTRASI. Wakil Ketua Umum Bidang Perindustrian Kadin Indonesia, Saleh Husin. (TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA)


Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia meminta Presiden Prabowo Subianto membatalkan rencana impor 105.000 kendaraan niaga senilai Rp 24,66 triliun dari India untuk mendukung operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). 

Wakil Ketua Umum Bidang Perindustrian Kadin Indonesia, Saleh Husin menilai, impor mobil dalam bentuk utuh (completely built up/CBU) dapat mematikan industri otomotif di dalam negeri, tidak menggerakkan ekonomi, dan sama sekali bertentangan dengan program industrialisasi yang sedang didorong pemerintah.

"Selain tidak sesuai dengan visi dan program kerja Presiden, perusahaan otomotif di dalam negeri menyatakan siap melayani permintaan KDKMP," ujarnya dalam keterangan yang diterima Kontan, Minggu (22/02/2026).

Baca Juga: RKAB Dipangkas, FINI: Pasokan Nikel Tak Akan Mencukupi Kebutuhan Industri Hilirisasi

Kebutuhan mobil pikap oleh KDKMP, menurut  Saleh, perlu dijadikan momentum untuk memajukan industri otomotif nasional. Impor kendaraan dalam bentuk utuh (CBU) disebut berdampak luas terhadap industri otomotif dalam negeri yang sudah dibangun.

Saleh mencermati, industri komponen otomotif yang merupakan backward linkage industri perakitan kendaraan bermotor akan terpukul. Kondisi ini dapat mengancam keberlanjutan produksi mobil di dalam negeri.

Sebab, industri komponen otomotif, seperti mesin, bodi, sasis, ban, aki, kursi, hingga elektronik sangat menentukan kekuatan rantai pasok industri otomotif. 

“Semakin kuat produksi komponen otomotif lokal, semakin tinggi pula tingkat komponen dalam negeri (TKDN), penyerapan tenaga kerja, dan efek pengganda terhadap perekonomian," papar Saleh.

Sebaliknya, jika pasar didominasi kendaraan impor dalam bentuk utuh, menurutnya industri komponen nasional ikut tertekan dan agenda hilirisasi serta industrialisasi dapat melemah.

Baca Juga: Transisi Energi Tertunda, Skema JETP Masih Bergantung di Pinjaman Komersial

Untuk diketahui, PT Agrinas Pangan Nusantara yang ditunjuk pemerintah kini tengah merealisasikan impor 105.000 unit kendaraan dari India untuk mendukung operasional KDKMP.

Rinciannya, terdiri atas 35.000 unit mobil pikap 4x4 produksi Mahindra & Mahindra Ltd. (M&M), 35.000 unit pikap 4x4 dari Tata Motors, serta 35.000 unit truk roda enam dari produsen yang sama. Pengiriman kendaraan dilakukan secara bertahap sepanjang 2026. Adapun hingga saat ini, lanjut Saleh, sebanyak 200 unit pikap Mahindra telah tiba di Indonesia.

Selanjutnya: BBCA dan BUMI Teratas, Cermati Saham Net Sell Terbesar Asing Sepekan Terakhir

Menarik Dibaca: Promo Paket Bukber Burger King Hematnya Bikin Puasa Tenang, Mulai Rp 32 Ribuan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×