kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.902.000   75.000   2,65%
  • USD/IDR 17.000   -49,00   -0,29%
  • IDX 7.184   136,22   1,93%
  • KOMPAS100 993   21,00   2,16%
  • LQ45 727   10,98   1,53%
  • ISSI 257   5,98   2,38%
  • IDX30 393   4,71   1,21%
  • IDXHIDIV20 487   -0,17   -0,03%
  • IDX80 112   2,02   1,84%
  • IDXV30 135   -0,77   -0,57%
  • IDXQ30 128   1,38   1,08%

Harga karet naik menyusul kenaikan harga minyak mentah


Senin, 21 Februari 2011 / 12:22 WIB
ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Wapres Maruf Amin memperkenalkan jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju


Reporter: Edy Can, Bloomberg | Editor: Edy Can

TOKYO. Harga karet kembali melenting mengikuti harga minyak mentah. Untuk kontrak pengiriman Juli, harga karet telah naik 1,2% menjadi US$ 6.412 per ton di bursa komoditas Tokyo pada pukul 1.42 waktu setempat.

Di bursa Shanghai, harga kontrak pengiriman karet naik 0,6% menjadi US$ 6.173 per ton pada istirahat makan siang. Harga karet di bursa Shanghai sempat memecahkan rekor pada 9 Februari lalu.

Sementara harga fisik karet di Thailand kembali memecahkan rekor. Harganya telah mencapai US$ 6,49 per kilogram.

Analis Fujitomo Co., Kazuhiko Saito mengatakan, kenaikan harga minyak mentah akibat situasi Timur Tengah telah mendorong harga karet. Selain itu, dia mengatakan, kenaikan harga karet ini karena kekhawatiran atas kebijakan China untuk meredam inflasi.

Saito mengatakan, kenaikan harga karet juga akibat produksi yang menurun. Menurutnya, produksi Thailand melorot. Begitu juga dengan di Indonesia dan Malaysia. Ketiga negara tersebut merupakan penyuplai 70% karet di dunia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×