kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.060   58,00   0,32%
  • IDX 5.328   49,47   0,94%
  • KOMPAS100 686   6,42   0,94%
  • LQ45 536   5,41   1,02%
  • ISSI 181   1,90   1,06%
  • IDX30 301   3,09   1,04%
  • IDXHIDIV20 393   4,01   1,03%
  • IDX80 79   0,89   1,14%
  • IDXV30 109   1,50   1,39%
  • IDXQ30 99   1,11   1,13%

Harga karet terjungkal di akhir tahun 2011


Senin, 02 Januari 2012 / 10:36 WIB
ILUSTRASI. Petugas medis melakukan simulasi uji klinis vaksin Covid-19 buatan Sinovac di Puskesmas Kelurahan Cilincing I, Jakarta Utara. Tribunnews/Jeprima


Reporter: Asnil Bambani Amri, | Editor: Asnil Amri

Harga karet terjungkal ke titik terendah di akhir Desember 2011 lalu. Penurunan harga terjadi karena adanya prediksi krisis Eropa bakal melemahkan permintaan bahan baku karet dunia.

Pengiriman karet pada bulan Juni 2012, harganya turun 1% menjadi ¥262,9 per kilogram (US$ 3,39 per metrik ton) sebelumnya harga bertengger di ¥ 263,4 di Tokyo Commodity Exchange. Harga tersebut merupakan yang terendah sejak (25/11).

Sejak awal tahun 2011, harga karet sudah terseok hingga 36% karena terpengaruh krisis Eropa yang mengancam pemulihan ekonomi global. Selain itu, penurunan harga karet turut disponsori bencana alam yang menimpa Jepang dan Thailand. "Kekhawatiran krisis utang di Eropa masih masih memperdalam sentimen pasar," kata Sureerat Kunthongjun, analis dari AGROW Enterprise Ltd.

Selain itu, Gu Jiong, seorang analis di broker komoditas dari Yutaka Shoji Co menilai, pasar karet juga masih dihantui kekhawatiran akan melemahnya permintaan karet dari China yang merupakan konsumen karet terbesar dunia. Jika konsumsi karet China turun, maka akan menganggu pertumbuhan industri karet dunia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×