kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.650.000   17.000   0,65%
  • USD/IDR 18.078   -52,00   -0,29%
  • IDX 5.902   -10,56   -0,18%
  • KOMPAS100 768   -1,32   -0,17%
  • LQ45 586   -1,25   -0,21%
  • ISSI 203   0,04   0,02%
  • IDX30 332   -1,06   -0,32%
  • IDXHIDIV20 411   -0,72   -0,18%
  • IDX80 88   -0,08   -0,09%
  • IDXV30 112   0,66   0,60%
  • IDXQ30 107   -0,58   -0,54%

Harga karet terjungkal di akhir tahun 2011


Senin, 02 Januari 2012 / 10:36 WIB
ILUSTRASI. Petugas medis melakukan simulasi uji klinis vaksin Covid-19 buatan Sinovac di Puskesmas Kelurahan Cilincing I, Jakarta Utara. Tribunnews/Jeprima


Reporter: Asnil Bambani Amri, Bloomberg | Editor: Asnil Amri

Harga karet terjungkal ke titik terendah di akhir Desember 2011 lalu. Penurunan harga terjadi karena adanya prediksi krisis Eropa bakal melemahkan permintaan bahan baku karet dunia.

Pengiriman karet pada bulan Juni 2012, harganya turun 1% menjadi ¥262,9 per kilogram (US$ 3,39 per metrik ton) sebelumnya harga bertengger di ¥ 263,4 di Tokyo Commodity Exchange. Harga tersebut merupakan yang terendah sejak (25/11).

Sejak awal tahun 2011, harga karet sudah terseok hingga 36% karena terpengaruh krisis Eropa yang mengancam pemulihan ekonomi global. Selain itu, penurunan harga karet turut disponsori bencana alam yang menimpa Jepang dan Thailand. "Kekhawatiran krisis utang di Eropa masih masih memperdalam sentimen pasar," kata Sureerat Kunthongjun, analis dari AGROW Enterprise Ltd.

Selain itu, Gu Jiong, seorang analis di broker komoditas dari Yutaka Shoji Co menilai, pasar karet juga masih dihantui kekhawatiran akan melemahnya permintaan karet dari China yang merupakan konsumen karet terbesar dunia. Jika konsumsi karet China turun, maka akan menganggu pertumbuhan industri karet dunia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×