kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Harga kedelai meroket, Gakoptindo pastikan pasokan tetap aman


Minggu, 03 Januari 2021 / 20:59 WIB
ILUSTRASI. Pengrajin tempe. KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) memastikan pasokan kedelai aman.

Meski pun saat ini harga bahan baku tahu tempe tersebut mengalami lonjakan harga. Dari sebelumnya harga kedelai sebesar Rp 7.000 per kilogram (kg) menjadi Rp 9.500 per kg.

Keamanan pasokan tersebut dipastikan berdasarkan data importir kedelai. Saat ini stok kedelai yang ada di importir lebih dari 400.000 ton.

"Kalau bahan baku sesuai informasi sekarang stok barang masih ada 400.000an ton jadi beberapa bulan ke depan cukup," ujar Ketua Gakoptindo Aip Syarifudin saat dihubungi Kontan.co.id, Minggu (3/1).

Baca Juga: Kemendag memastikan stok pangan aman

Selain itu pengiriman menggunakan kapal pun masih dapat dilakukan. Sehingga tambahan stok kedelai masih akan dapat dipenuhi oleh importir.

Hanya saja, Aip bilang harga kedelai dunia saat ini sedang melonjak tinggi akibat China yang menambah pembelian kedelai dari Amerika Serikat (AS). Sedangkan mayoritas kedelai untuk membuat tahu dan tempe diimpor dari negara tersebut.

"Kebutuhan Indonesia 3 juta ton satu tahun, impor tahun lalu 2,67 juta ton. Sisanya kedelai lokal," terang Aip.

Oleh karena itu Aip mendorong agar ke depan ketergantungan impor ditekan. Hal itu dengan cara menggenjot produksi kedelai dalam negeri yang menguntungkan petani.

Selanjutnya: Harga kedelai dunia melonjak, Kemendag minta importir penuhi kebutuhan tanpa impor

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×