kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.499.000   -40.000   -2,60%
  • USD/IDR 15.950   0,00   0,00%
  • IDX 7.246   -68,22   -0,93%
  • KOMPAS100 1.110   -11,46   -1,02%
  • LQ45 880   -11,76   -1,32%
  • ISSI 222   -0,92   -0,41%
  • IDX30 452   -6,77   -1,48%
  • IDXHIDIV20 545   -7,80   -1,41%
  • IDX80 127   -1,32   -1,03%
  • IDXV30 136   -1,06   -0,77%
  • IDXQ30 150   -2,29   -1,50%

Harga Minyak Dunia Tinggi, Harga BBM Ikut Naik


Minggu, 03 April 2022 / 21:10 WIB
Harga Minyak Dunia Tinggi, Harga BBM Ikut Naik
ILUSTRASI. Petugas mengisi bahan bakar minyak Pertamax di SPBU Pertamina, Kuningan, Jakarta, Rabu (30/3/2022). KONTAN/Fransiskus SImbolon


Reporter: Muhammad Julian | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tingginya harga minyak mentah diikuti oleh kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) oleh para pemain Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Yang terbaru, kebijakan untuk menaikkan harga BBM diambil oleh Shell Indonesia pada 2 April 2022 lalu.

Kini, harga Shell Super menjadi sebesar Rp 16.000 per liter untuk wilayah Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sumatera Utara.

Sebelumnya, BBM yang memiliki research octane number (RON) 92 atau sekelas dengan Pertamax itu dihargai Rp 12.990 per liter untuk wilayah Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, dan sebesar Rp 12.500 untuk wilayah Sumatera Utara pada 1 Maret 2022 lalu.

Kenaikan harga juga dijumpai pada produk Shell V-Power (RON 95) yang kini ditetapkan sebesar Rp 16.500 per liter, baik untuk wilayah  Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, maupun Sumatera Utara per 2 April 2022 ini. Pada 1 Maret 2022 lalu, harga Shell V-Power tercatat sebesar Rp 14.500 per liter untuk wilayah Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, dan sebesar 13.500 per liter untuk wilayah Sumatera Utara.

Baca Juga: Harga BBM dan Tarif Tol Naik, Tarif Biaya Logistik Bakal Ikut Naik

Berikutnya,  harga Shell V Power Diesel (CN 51) naik dari semula Rp 13.750 per liter pada 1 Maret 2022 menjadi Rp 18.100 per liter per 2 April 2022 untuk wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.

Sementara itu, harga Shell Diesel Extra naik dari semula Rp 13.150 per liter pada 1 Maret 2022 menjadi Rp 17.500 per liter per 2 April 2022 untuk wilayah Jawa Timur dan Sumatera Utara, sedangkan harga Shell V Power Nitro+ naik dari semula Rp 14.990 per liter pada 1 Maret 2022 menjadi Rp 18.040 per liter untuk wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.

Vice President Corporate Relations Shell Indonesia, Susi Hutapea mengatakan, Shell melakukan penyesuaian harga dari waktu ke waktu dengan mempertimbangkan berbagai faktor.

“(Faktor-faktor yang menjadi bahan pertimbangan) Mencakup harga produk minyak olahan berdasarkan Mean of Platts Singapore (MOPS), volatilitas pasar, nilai tukar mata uang asing, pajak pemerintah dan bea cukai, biaya distribusi dan biaya operasional, kinerja perusahaan serta kepatuhan pada peraturan perundang-undangan yang berlaku tentang harga jual eceran BBM,” terang Susi kepada Kontan.co.id (3/4).

Sehari sebelumnya, kebijakan untuk menaikkan harga juga diambil oleh Pertamina. Langkah itu diterapkan pada produk Pertamax pada 1 April 2022 lalu. Dengan kebijakan ini, kini harga produk BBM yang memiliki RON 92 itu berkisar Rp 12.500 - Rp 13.000 per liter, tergantung wilayah. 

Baca Juga: BPH Migas Targetkan Konsumsi Pertalite Lebih Tepat Sasaran

Kebijakan menaikkan harga Pertamax dilakukan Pertamina setelah kurang dari sebulan sebelumnya, tepatnya pada 3 Maret 2022 lalu, Pertamina menaikkan 3 produk BBM non subsidi lainnya, yaitu Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.

Dalam keterangan resminya yang dirilis pada 31 Maret 2022 lalu, manajemen Pertamina menjelaskan bahwa penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) tidak terelakkan untuk  menekan beban keuangan Pertamina di  tengah harga minyak mentah yang melambung tinggi. 

Meski begitu, Pertamina memastikan bahwa opsi untuk menaikkan harga dilakukan dengan tetap dengan tetap mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi masyarakat.

“Pertamina selalu mempertimbangkan daya beli masyarakat, harga Pertamax ini tetap lebih kompetitif di pasar atau dibandingkan harga BBM sejenis dari operator SPBU lainnya. Ini pun baru dilakukan dalam kurun waktu 3 tahun terakhir, sejak tahun 2019," jelas Pjs. Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, SH C&T PT Pertamina (Persero), Irto Ginting dalam keterangan tertulis ketika menjelaskan perihal kenaikan harga Pertamax (31/3).

Selain Shell dan Pertamina, kebijakan untuk menaikkan harga juga dilakukan oleh BP-AKR dan Vivo. Mengutip pemberitaan Kompas.com, BP 90 kini dijual Rp 12.500 per liter, BP 92 jadi Rp 12.990 per liter, BP 95 jadi Rp 14.500 per liter, dan BP Diesel kini dibanderol Rp 14.990 per liter.  

Dengan update harga tersebut, sejumlah harga BBM BP-AKR ini sudah mengalami kenaikan, setidaknya jika dibandingkan dengan posisi harga pada 13 Maret 2022 lalu. Menurut catatan Kontan.co.id, pada 13 Maret 2022 lalu, harga BP 95 masih ada di angka Rp 13.450 per liter, BP diesel Rp 12.990 per liter,dan BP 92 Rp 12.950 per liter. Sementara itu, harga BP 90 sama seperti posisi harga saat ini, yakni sebesar Rp 12.500 per liter.

Sementara itu, Dalam pantauan Kontan.co.id ke SPBU Vivo di Kawasan MT Haryono-Jakarta Selatan, Cibubur-Jakarta Timur, dan Sawangan-Depok, harga BBM, Revvo 95 yang kini dibanderol Rp 13.990 per liter dari sebelumnya Rp 12.500 per liter. Sementara itu, produk Revvo 90 dan Revvo 92 belum mengalami penyesuaian. 

Sejauh ini, Kontan.co.id belum mendapatkan konfirmasi/tanggapan dari pihak BP-AKR dan Vivo perihal kenaikan harga BBM ini.

Baca Juga: Harga Jual Pertamax Masih di Bawah Harga Keekonomian, Begini Tanggapan Pertamina

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah mengatakan, kenaikan harga BBM secara umum dapat mendorong terjadinya inflasi. Meski begitu, Piter menilai bahwa kenaikan harga BBM merupakan hal yang wajar di tengah kenaikan harga minyak mentah dunia.  

“Bukan suatu dosa besar, itu sesuatu yang wajar saja karena harganya di global naik,” tutur Piter saat dihubungi Kontan.co.id (3/4)

Menurut perkiraan Piter, harga minyak mentah ke depannya masih berpotensi bertahan di harga yang tinggi, yakni di kisaran US$ 100-an per barel, namun tidak akan lanjut mengalami kenaikan. Piter menduga, kelak akan ada aksi penyeimbang dari pihak produsen minyak mentah yang akan membuat pasokan minyak mentah di pasaran kembali berada di level yang tinggi. 

“Jadi kalau perkiraan saya harga saat ini sudah cukup tinggi, sehingga tidak akan berlanjut kenaikannya, tetapi juga tidak akan segera turun. jadi harga minyak yang cukup tinggi di pasar global, masih akan bertahan, tetapi tidak akan naik lagi,” terang Piter.

Sedikit informasi, sampai Jumat lalu, harga minyak mentah dunia masih bergerak tidak jauh dari level US$ 100 per barel. Kontan.co.id mencatat, harga minyak WTI kontrak Mei 2022 di New York Mercantile Exchange berada di level US$ 99,27 per barel pada Jumat (1/4), sementara harga minyak Brent kontrak Juni 2022 berada di angka US$ 104,39 pada Jumat (1/4).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Kiat Cepat Baca Laporan Keuangan Untuk Penentuan Strategi dan Penetapan Target KPI Banking and Credit Analysis

[X]
×