kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Harga minyak dunia turun, harga BBM bakal menyusul?


Jumat, 20 Maret 2020 / 08:05 WIB
Harga minyak dunia turun, harga BBM bakal menyusul?


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Efek gulir pandemi corona telah menekan harga minyak mentah dunia hingga ke rentang US$ 20-US$ 30 per barel. Di tengah kondisi ini, pemerintah pun sedang menimbang untuk melakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Namun, pemerintah dinilai perlu berhati-hati jika ingin menerapkan penurunan harga BBM baik jenis subsidi maupun non-subsidi. Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro mengungkapkan, penurunan harga BBM memang mendapatkan momentumnya saat terjadi penurunan harga minyak mentah dunia seperti sekarang.

Baca Juga: Harga minyak dunia di bawah US$ 30 per barel, apa kabar harga BBM Shell dan BP-AKR?

Komaidi memprediksi, tren penurunan harga minyak mentah akan bertahan lama seiring dengan berkurangnya permintaan karena pertumbuhan ekonomi yang tertekan corona. Sedangkan di sisi lain, penawaran meningkat sejalan dengan rencana peningkatan kapasitas produksi dari Arab Saudi dan Rusia.

Namun, pada waktu bersamaan terjadi tekanan pada nilai kurs Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang pada hari ini telah bergerak ke level Rp 16.000. Sehingga, Komaidi mengingatkan pemerintah untuk lebih cermat dan berhati-hati sehingga tidak hanya melihat penurunan tajam harga minyak mentah, namun juga pegerakkan kurs rupiah.

Menurutnya, pemerintah harus bisa mengukur daya beli masyarakat dan aspek fiskal dari pergerakan harga BBM. "Dalam hal ini pemerintah perlu hati-hati dan cermat saja menghitung karena nilai tukar rupiah di saat yang sama juga melemah. Poin utamanya melihat daya beli dan aspek fiskal," kata Komaidi kepada Kontan.co.id, Kamis (19/3).

Baca Juga: Harga BBM Pertamina bisa turun kalau harga minyak tetap rendah di akhir bulan ini

Senada, pengamat migas Unversitas Trisakti Pri Agung Rakhmanto meminta supaya pemerintah bisa mempertimbangkan berbagai faktor. Menurutnya, efektif atau tidaknya penurunan harga BBM akan tergantung dari penanganan kondisi wabah corona.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×