Penulis: Chelsea Anastasia, Chelsea Anastasia | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina melakukan strategi untuk menjaga pasokan dan harga bahan bakar minyak (BBM) khususnya BBM non-subsidi di tengah kenaikan harga rata-rata minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP).
Sebagai informasi, pada Senin (12/10/2026), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan harga ICP sebesar US$ 112,81 per barel pada September 2026. Di level ini, ICP naik US$ 23,38 atau sekitar 26% dari Agustus 2026 yang sebesar US$ 89,43 per barel.
Kenaikan harga ICP yang dipengaruhi oleh dinamika ketersediaan minyak mentah global juga dikhawatirkan berisiko mengerek harga BBM non-subsidi.
Baca Juga: Penerbangan Umrah Terganggu, AMPHURI Minta Travel Siapkan Mitigasi
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron pun menjelaskan, saat ini Pertamina terus mencermati dinamika harga minyak mentah dunia, termasuk kenaikan ICP, yang memengaruhi biaya pengadaan energi.
Sebagai upaya menjaga pasokan BBM, Pertamina mengaku terus mengoptimalkan strategi pengadaan dan produksi kilang domestik, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat diversifikasi sumber dan rute pasokan.
"Stok dan distribusi juga dipantau secara berkelanjutan untuk menjaga ketersediaan BBM bagi masyarakat," kata Baron kepada Kontan, Selasa (13/10/2026).
Ia melanjutkan, dampak kenaikan harga ICP tak secara otomatis menentukan besarnya selisih keekonomian produk BBM ataupun penyesuaian harga jual.
Sebab, Baron bilang, perhitungan keekonomian dan evaluasi harga dilakukan per produk dengan mempertimbangkan harga produk BBM di pasar internasional, nilai tukar rupiah, biaya pengadaan dan distribusi, serta pajak.
"Penetapan harga mengikuti ketentuan Pemerintah dengan memperhatikan kondisi pasar, daya beli masyarakat, dan keberlanjutan pasokan," ujarnya.
Baron juga memastikan keputusan harga BBM non-subsidi pada periode berikutnya mengikuti hasil evaluasi dan akan disampaikan melalui kanal resmi Pertamina.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














