kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.627.000   -1.000   -0,04%
  • USD/IDR 17.906   51,00   0,29%
  • IDX 6.262   -123,09   -1,93%
  • KOMPAS100 820   -14,69   -1,76%
  • LQ45 625   -9,20   -1,45%
  • ISSI 216   -6,22   -2,80%
  • IDX30 347   -5,88   -1,67%
  • IDXHIDIV20 433   -6,72   -1,53%
  • IDX80 94   -1,63   -1,71%
  • IDXV30 118   -2,22   -1,84%
  • IDXQ30 112   -1,73   -1,52%

Harga Motor Listrik Polytron Naik, Penjualan Tetap On Track


Selasa, 22 September 2026 / 14:34 WIB
Harga Motor Listrik Polytron Naik, Penjualan Tetap On Track
ILUSTRASI. Motor listrik Polytron (/ )


Reporter: Leni Wandira | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Hartono Istana Teknologi (Polytron) menaikkan harga jual motor listrik secara bertahap. Kenaikan harga tersebut dilakukan seiring dengan meningkatnya harga komponen dan pelemahan nilai tukar rupiah.

Commercial Director Polytron Tekno Wibowo mengatakan, penyesuaian harga telah dilakukan secara bertahap sejak sekitar dua bulan terakhir. Rata-rata kenaikan harga motor listrik Polytron mencapai sekitar Rp 1 juta per unit dalam dua bulan.

"Untuk harga sudah ada penyesuaian secara bertahap mulai dua bulan lalu karena naiknya harga komponen dan kurs yang melemah," ujar Tekno kepada Kontan, Selasa (21/9/2026).

Baca Juga: Polytron Bidik Pasar Korporasi Untuk Penjualan Motor Listrik

Menurut Tekno, Polytron masih mempertimbangkan besaran kenaikan harga dengan kondisi daya beli konsumen. Perusahaan perlu menjaga keseimbangan antara kebutuhan penyesuaian harga akibat kenaikan biaya dengan kemampuan konsumen dalam menyerap produk.

"Masih perlu dicermati antara kenaikan yang perlu dilakukan dan daya beli konsumen," lanjutnya.

Meski harga naik, Tekno menyebut, minat konsumen terhadap motor listrik Polytron masih cukup terjaga. Kondisi tersebut terjadi di tengah ketidakpastian mengenai kelanjutan insentif untuk pembelian kendaraan listrik.

"Sementara minat konsumen masih cukup terjaga di tengah ketidakpastian subsidi lanjutan," kata dia.

Polytron pun masih melihat penjualan motor listrik hingga saat ini berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan perusahaan untuk tahun 2026.

Tekno mengatakan, kenaikan harga maupun ketidakpastian terkait subsidi belum mengubah target penjualan Polytron pada tahun ini. Perusahaan masih optimistis dapat mencapai target penjualan hingga akhir 2026.

"Kami masih cukup optimis mencapai target sampai akhir tahun di tengah ketidakpastian subsidi," imbuhnya.

Baca Juga: Industri Menanti Kepastian Insentif Motor Listrik

Berdasarkan daftar resmi yang dirilis melalui laman resmi perusahaan, seluruh varian dari model Fox-200 dan Fox 350 mengalami kenaikan seragam sebesar Rp 500.000. 

Polytron Fox-200

Varian sewa baterai mengalami kenaikan dari harga bulan Agustus 2026 yang berada di angka Rp 12,1 juta, kini naik menjadi Rp 12,6 juta. Varian dengan baterai menjadi hak milik naik dari Rp 21,1 juta menjadi Rp 21,6 juta. 

Polytron Fox 350

Varian sewa baterai naik dari Rp 16,5 juta menjadi Rp 17 juta. Varian dengan baterai menjadi hak milik naik dari Rp 28,5 juta menjadi Rp 29 juta.

Berbeda dengan kedua model sebelumnya, harga jual untuk model tertinggi yakni Polytron Fox 500 terpantau masih stabil dan tidak mengalami perubahan harga pada September 2026. Model Fox 500 dengan skema sewa baterai tetap dibanderol seharga Rp 38,2 juta. 

Sementara itu, varian dengan skema baterai menjadi hak milik tetap dipertahankan pada angka Rp 55,7 juta. Terkait faktor pemicu penyesuaian harga ini, polytron menjelaskan bahwa fluktuasi nilai tukar mata uang asing memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap komponen biaya produksi. 

Mengingat sejumlah komponen pendukung yang digunakan pada kendaraan listrik Polytron masih harus didatangkan melalui jalur impor, pergerakan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) menjadi salah satu penentu utamanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×