kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.681   54,00   0,31%
  • IDX 6.535   -6,68   -0,10%
  • KOMPAS100 866   8,07   0,94%
  • LQ45 659   9,32   1,43%
  • ISSI 225   -2,18   -0,96%
  • IDX30 366   5,04   1,40%
  • IDXHIDIV20 458   8,21   1,83%
  • IDX80 99   1,17   1,20%
  • IDXV30 126   0,85   0,68%
  • IDXQ30 118   2,25   1,94%

Industri Menanti Kepastian Insentif Motor Listrik


Selasa, 15 September 2026 / 05:15 WIB
Industri Menanti Kepastian Insentif Motor Listrik
ILUSTRASI. Pelaku industri sepeda motor listrik masih menanti kepastian pemerintah terkait program insentif pembelian motor listrik. (Dok/BPMI Setpres)


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelaku industri sepeda motor listrik masih menanti kepastian pemerintah terkait program insentif pembelian motor listrik. Hingga kini, skema final, nilai insentif, mekanisme, hingga waktu pelaksanaan program tersebut belum ditetapkan secara resmi.

Public Relation & Event Executive Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (AISMOLI) Riniwaty Sinaga mengatakan, kepastian kebijakan menjadi kebutuhan utama industri saat ini. Pasalnya, waktu efektif pelaksanaan program insentif pada 2026 semakin terbatas.

"Yang paling penting saat ini adalah adanya kepastian kebijakan," kata Riniwaty kepada Kontan, Senin (14/9/2026).

Menurut dia, implementasi insentif membutuhkan waktu untuk sosialisasi kepada masyarakat, penyiapan sistem dan administrasi, kesiapan industri serta dealer, hingga proses klaim dan settlement.

Baca Juga: Suahasil Jadi Menkeu, Ara Berharap Hibah Lahan Lippo Segera Tuntas

Memasuki awal Desember, proses transaksi juga praktis sudah harus mulai diselesaikan untuk kebutuhan settlement akhir tahun. Karena itu, semakin lambat keputusan dan teknis pelaksanaan ditetapkan, semakin terbatas ruang untuk memberikan dampak terhadap pasar tahun ini.

Riniwaty menilai kepastian juga penting untuk mencegah konsumen menunda pembelian. Sebab, wacana insentif yang telah muncul tetapi belum diikuti kepastian mengenai nilai dan mekanisme berpotensi menciptakan efek tunggu atau wait and see.

Padahal, insentif berperan dalam meningkatkan keterjangkauan sekaligus memperkecil kesenjangan harga antara motor listrik dan motor konvensional.

"Pengumuman atau wacana insentif yang muncul lebih dahulu sementara mekanisme, nilai, waktu pelaksanaan dan teknisnya belum siap justru berpotensi membuat konsumen menunda pembelian," jelasnya.

Dengan kondisi tersebut, kebijakan yang semestinya mendorong pertumbuhan pasar justru berpotensi memperlambat transaksi. Karena itu, AISMOLI meminta pemerintah segera menentukan skema, anggaran, target penerima serta waktu implementasi apabila program tersebut memang akan dijalankan.

Di sisi lain, AISMOLI menyadari pertumbuhan pasar motor listrik tidak bisa selamanya bergantung pada subsidi pembelian. Jika insentif kembali tertunda atau tidak jadi diberikan, ekspektasi pertumbuhan pasar motor listrik 2026 berpotensi terdampak, terutama karena sebagian konsumen sudah telanjur menunggu kepastian.

Baca Juga: Tren Gaya Hidup Mendorong Perubahan Kebutuhan Produk Elektronik

Untuk jangka panjang, AISMOLI mendorong pemerintah mempertimbangkan dukungan dari sisi industri dan rantai pasok. Kebijakan tersebut dapat diarahkan untuk menekan biaya produksi, memperkuat lokalisasi komponen dan meningkatkan daya saing produk.

Dengan begitu, keterjangkauan harga motor listrik dapat terbentuk secara lebih berkelanjutan dan tidak sepenuhnya bergantung pada insentif pembelian setiap tahun.

"Tujuan kita bukan hanya meningkatkan angka penjualan kendaraan listrik. Kita ingin motor listrik menjadi pilihan ekonomi yang rasional bagi masyarakat," ujar Riniwaty.

Menurut dia, semakin luas penggunaan motor listrik, manfaatnya juga dapat meluas, mulai dari pengurangan konsumsi BBM dan beban subsidi energi hingga peningkatan penggunaan energi domestik serta penguatan industri nasional.

Karena itu, AISMOLI berharap pemerintah segera memberikan kepastian. Jika insentif masih akan dijalankan pada tahun ini, pelaksanaannya perlu memiliki waktu yang cukup agar dapat memberikan dampak optimal.

Sebaliknya, jika tidak memungkinkan, pemerintah perlu menyampaikan keputusan tersebut secara jelas sehingga industri dapat menyusun strategi pasar tanpa berada dalam kondisi wait and see.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×