kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.902.000   75.000   2,65%
  • USD/IDR 17.000   -49,00   -0,29%
  • IDX 7.184   136,22   1,93%
  • KOMPAS100 993   21,00   2,16%
  • LQ45 727   10,98   1,53%
  • ISSI 257   5,98   2,38%
  • IDX30 393   4,71   1,21%
  • IDXHIDIV20 487   -0,17   -0,03%
  • IDX80 112   2,02   1,84%
  • IDXV30 135   -0,77   -0,57%
  • IDXQ30 128   1,38   1,08%

Harga Solar Industri B40 Dikabarkan Melonjak, Biaya Operasional Tambang Tertekan


Rabu, 01 April 2026 / 16:48 WIB
Harga Solar Industri B40 Dikabarkan Melonjak, Biaya Operasional Tambang Tertekan
ILUSTRASI. Bahan bakar B40 (KONTAN/Fransiskus Simbolon)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelaku usaha di sektor pertambangan mulai mewaspadai lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi. Kabarnya harga solar industri B40 mengalami kenaikan sebesar Rp 5.100 per liter menjadi Rp 28.150 per liter.

Hal ini dinilai bakal membebani struktur biaya operasional secara signifikan. Direktur PT Zubay Mining Indonesia, Muhammad Emil menilai, kenaikan harga yang cukup tajam tersebut memberikan tekanan langsung bagi sektor-sektor padat energi. Selain pertambangan, sektor logistik dan manufaktur diprediksi bakal merasakan dampak serupa.

"Kenaikan harga solar industri B40 sebesar Rp 5.100/liter ini cukup signifikan dan langsung menekan sektor-sektor padat energi seperti pertambangan, logistik, dan manufaktur. Ini bukan sekadar kenaikan biaya operasional, tapi juga berpotensi mengganggu cash flow dan perencanaan produksi," ujarnya kepada Kontan, Rabu (1/4/2026).

Baca Juga: Prabowo Terima Penghargaan Tertinggi Republik Korea, The Grand Order of Mugunghwa

Menurut Emil, lonjakan harga ini akan merembet pada kenaikan biaya produksi (cost production), terutama pada aktivitas pengangkutan (hauling) dan pengoperasian alat berat. Ia memprediksi para pelaku usaha akan meneruskan beban biaya tersebut ke konsumen untuk menjaga margin.

"Dampaknya akan terasa pada kenaikan cost production, khususnya di hauling, alat berat, dan transportasi. Ujungnya, sebagian besar pelaku usaha akan melakukan cost pass-through ke harga barang/jasa, sehingga berpotensi mendorong inflasi, terutama di sektor logistik dan bahan baku industri," jelasnya.

Guna memitigasi dampak tersebut, Emil berharap pemerintah dapat menjaga stabilitas pasokan serta mempertimbangkan pemberian insentif bagi sektor strategis.

Di sisi lain, lanjut Emil, pelaku industri perlu mempercepat efisiensi energi dan optimalisasi rantai pasok agar daya saing tetap terjaga di tengah tren kenaikan harga energi.

"Pemerintah perlu mengantisipasi dengan menjaga stabilitas pasokan dan harga energi, serta mempertimbangkan insentif atau relaksasi untuk sektor strategis. Selain itu, percepatan efisiensi energi, optimalisasi rantai pasok, dan diversifikasi sumber energi juga menjadi langkah penting," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×