kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.882   6,00   0,03%
  • IDX 6.374   105,97   1,69%
  • KOMPAS100 836   13,50   1,64%
  • LQ45 634   8,05   1,29%
  • ISSI 220   3,58   1,65%
  • IDX30 354   2,96   0,84%
  • IDXHIDIV20 429   0,94   0,22%
  • IDX80 95   1,52   1,62%
  • IDXV30 118   0,42   0,35%
  • IDXQ30 112   0,52   0,46%

Harga Terigu Merangkak, Pengusaha Roti Naikkan Harga Jual


Rabu, 27 Mei 2009 / 12:25 WIB


Reporter: Epung Saepudin | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Harga kebutuhan pokok masyarakat terus bergerak naik. Setelah gula dan minyak goreng, kini harga terigu ikut merangkak. Tentunya, ini menjadi kabar buruk bagi industri makanan ringan.

Akibat kenaikan bahan baku tersebut, para pengusaha mulai pikir-pikir untuk menaikkan harga jual roti alias bakery. "Ongkos produksi kami naik 10%," kata Chris Hardijaya, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Bakery Indonesia (APBI), Rabu (27/5).

Produsen terigu nasional mengatakan, lonjakan harga terigu ini dipicu tingginya harga gandum di pasar dunia. "Gandum itu hampir 100% impor dan harganya selalu mengikuti acuan harga internasional," ujar Natsir Mansur, Asosiasi Pengusaha Gula dan Terigu Indonesia (APEGTI) kepada KONTAN, Rabu (27/5).

Franciscus Welirang, Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) mengatakan, saat ini, terigu menjadi pangan alternatif setelah beras. Payahnya, kebutuhan biji gandum diimpor seluruhnya dari luar negeri. “Ketergantungan ini tidak menguntungkan Indonesia. Apalagi kebutuhan biji gandum Indonesia mencapai 5 juta ton tiap tahunnya,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×