kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Harga tinggi, penggilingan padi kecil tutup


Jumat, 08 Desember 2017 / 17:15 WIB
Harga tinggi, penggilingan padi kecil tutup


Reporter: Abdul Basith | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tingginya harga gabah dan pembatasan harga beras membuat penggilingan padi kecil berhenti produksi.

"Harga gabah tinggi, harganya sudah tidak masuk untuk beras medium tetapi penggilingan kecil tidak bisa produksi beras premium," ujar Ketua Persatuan Pengusaha Penggilingan Beras dan Padi (Perpadi), Sutarto Alimoeso kepada Kontan.co.id, Jumat (8/12).

Tingginya harga gabah diungkapkan Sutarto akibat produksi yang menurun. Sutarto bilang hal tersebut wajar terjadi di akhir tahun.

Berdasarkan hal itu Sutarto meminta menyarankan pemerintah melakukan evaluasi terhadap penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET) bagi beras medium. Harga gabah kering panen (GKP) berdasar keterangan Sutarto telah mencapai harga Rp 5.700 per kilogram (kg).

Angka tersebut diungkapkan oleh Sutarto melebihi HET beras medium. HET beras medium berkisar antara Rp 9.450 per kg hingga Rp 10.250 per kg tergantung wilayah.

Selain harga tinggi, perbaikan mesin penggilingan perlu dilakukan. Hal itu melihat panen yang akan jatuh pada musim hujan sehingga memerlukan penanganan pengeringan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×