kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   23.000   0,89%
  • USD/IDR 17.924   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.242   -56,72   -0,90%
  • KOMPAS100 813   -5,85   -0,71%
  • LQ45 621   -2,15   -0,35%
  • ISSI 215   -3,31   -1,52%
  • IDX30 344   -1,09   -0,32%
  • IDXHIDIV20 429   0,02   0,00%
  • IDX80 93   -0,53   -0,57%
  • IDXV30 116   -0,90   -0,76%
  • IDXQ30 111   -0,10   -0,09%

Hatta: pasokan gas untuk pabrik pupuk tersedia


Kamis, 13 Juni 2013 / 14:44 WIB
ILUSTRASI. Pencatatan perdana saham PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) alias Mitratel di Bursa Efek Indonesia, Jakarta (22/11/2021).


Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, memastikan, pemerintah telah melakukan revitalisasi dua pabrik pupuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kedua pabrik pupuk tersebut adalah milik BUMN Petrokimia Gresik dan Pupuk Kujang-Cikampek.

Hal tersebut diungkapkan Hatta usai mengikuti rapat koordinasi kebijakan di sektor pupuk di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) .

“Tadi sudah dibahas mengenai penyediaan pasokan gas ke pabrik tersebut. Pasokan itu akan suplai dari Husky-CNOOC (Madura) untuk pabrik Petrokimia Gresik dan Cepu untuk Kujang,” kata Hatta saat ditemui di kantor KPK, Jakarta, Kamis (13/6).

Hatta bilang, revitalisasi Petrokimia Gresik dan Pupuk Kujang itu merupakan lanjutan dari revitalisasi yang sudah dilakukan pemerintah terhadap PT Pupuk Kalimantan Timur (Kaltim) 5 dan PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) II di Palembang, Sumatera Selatan.

Sayang, Hatta enggan menjelaskan berapa biaya yang dikeluarkan pemerintah terkait proyek tersebut. Dia hanya bilang, kalau kebijakan revitalisasi itu sudah diputuskan dalam rapat koordinasi Menko Perekonomian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×