kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.537   7,00   0,04%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Hilirisasi Minerba Sokong Target Investasi Tahun Ini


Jumat, 01 November 2024 / 15:27 WIB
Hilirisasi Minerba Sokong Target Investasi Tahun Ini
ILUSTRASI. Yuliot Tanjung, Wakil Menteri ESDM.


Reporter: Filemon Agung | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan, realisasi investasi hilirisasi mineral dan batubara (minerba) menjadi penopang utama target investasi nasional tahun ini.

Asal tahu saja, Pemerintah Indonesia membidik investasi mencapai Rp 1.650 triliun pada tahun 2024 ini.

Baca Juga: Kerek Investasi, Menteri ESDM Bahlil Janji Benahi Regulasi dalam 100 Hari

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan, dari target tersebut, sebanyak 22% hingga 25% diharapkan bersumber dari kegiatan investasi hilirisasi baik minerba maupun non minerba.

"Kita mengharapkan kontribusi hilirisasi sekitar 22%-25%. Sekitar 80% (dari hilirisasi) itu berasal dari minerba," ungkap Yuliot kepada awak media di Ternate, Rabu (30/10).

Yuliot menjelaskan, komitmen hilirisasi sektor minerba berjalan cukup baik pada tahun ini.

Merujuk data Kementerian ESDM, realisasi investasi hilirisasi mineral sampai kuartal III 2024 terdiri dari hilirisai nikel sebesar Rp 32,8 triliun, hilirisasi tembaga sekitar Rp 17,7 triliun dan hilirisasi bauksit sekitar Rp 5,7 triliun.

Baca Juga: Kementerian ESDM Geber Hilirisasi Komoditas Minerba

Yuliot melanjutkan, Pemerintah Indonesia berkomitmen mendorong investasi hilirisasi sektor mineral salah satunya melalui pemberian insentif berupa tax holiday.

Dalam hitung-hitungan Kementerian ESDM, pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral atau smelter membutuhkan waktu 3 hingga 4 tahun.

Kementerian ESDM pun memastikan terus melakukan monitoring pelaksanaan proyek-proyek hilirisasi termasuk untuk bauksit yang selama ini dinilai masih belum optimal.

"Kita optimistis bagi perusahaan-perusahaan yang sudah diberikan izin. Kita pantau realisasinya," terang Yuliot.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×