kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   2.000   0,08%
  • USD/IDR 18.068   34,00   0,19%
  • IDX 4.986   -199,16   -3,84%
  • KOMPAS100 631   -27,05   -4,11%
  • LQ45 489   -19,73   -3,88%
  • ISSI 172   -7,53   -4,20%
  • IDX30 273   -10,48   -3,70%
  • IDXHIDIV20 357   -9,14   -2,49%
  • IDX80 72   -3,07   -4,08%
  • IDXV30 100   -1,78   -1,74%
  • IDXQ30 90   -3,22   -3,47%

HIMKI Bidik Ekspor Furnitur dan Kerajinan Tembus US$ 6 Miliar


Senin, 19 Oktober 2026 / 13:34 WIB
HIMKI Bidik Ekspor Furnitur dan Kerajinan Tembus US$ 6 Miliar
ILUSTRASI. Target ekspor industri mebel dan kerajinan Indonesia (ANTARA FOTO/NIRZA)


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) menargetkan nilai ekspor furnitur dan kerajinan nasional dapat meningkat dua kali lipat menjadi sekitar US$ 6 miliar pada 2031.

Target tersebut menjadi bagian dari peta jalan peningkatan ekspor yang disusun HIMKI bersama pemerintah. Saat ini, nilai ekspor furnitur dan kerajinan Indonesia berada di kisaran US$ 3 miliar.

Ketua Umum HIMKI Abdul Sobur mengatakan, pencapaian target tersebut membutuhkan penguatan akses pasar internasional, salah satunya melalui pameran perdagangan seperti Trade Expo Indonesia (TEI).

Menurut dia, TEI perlu dikembangkan tidak sekadar sebagai pameran perdagangan umum, tetapi juga menjadi sarana mempertemukan pelaku usaha dengan buyer yang sesuai dengan produk dan kapasitas ekspor mereka.

"HIMKI mendukung penuh penyelenggaraan Trade Expo Indonesia. Kami ingin Furniture & Home Décor Pavilion terus dikembangkan menjadi pavilion sektoral terbaik, yang dikunjungi buyer mancanegara berkualitas dan mampu menghasilkan kemitraan serta transaksi nyata bagi industri," ujar Abdul dalam keterangannya, Senin (19/10/2026).

Baca Juga: PGN (PGAS) Catat Penurunan Emisi 29.574 Ton CO2eq hingga Agustus 2026

Pada TEI 2026 yang berlangsung pada 14-18 Oktober di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, HIMKI memfasilitasi pelaku industri furnitur, home décor dan kerajinan melalui Furniture & Home Décor Pavilion di Hall 9.

Abdul menilai, kesinambungan promosi menjadi salah satu kunci untuk memperluas pasar ekspor. Menurutnya, pameran pada semester kedua seperti TEI dapat melengkapi agenda pameran internasional yang berlangsung pada semester pertama.

Dengan begitu, promosi produk, pencarian buyer hingga tindak lanjut transaksi dapat dilakukan secara berkelanjutan.

"TEI memiliki posisi strategis sebagai momentum promosi ekspor pada semester kedua. Apabila dikembangkan dengan ekosistem yang lengkap, TEI dapat memperkuat kalender pameran internasional Indonesia sekaligus menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekspor furnitur dan kerajinan nasional," kata dia.

Abdul mengatakan, mengejar target ekspor US$ 6 miliar tidak cukup hanya dengan mengandalkan promosi produk. Industri juga membutuhkan dukungan dari sisi desain, kualitas produk, bahan baku berkelanjutan, sumber daya manusia, kapasitas produksi hingga logistik dan pembiayaan.

Karena itu, HIMKI bersama pemerintah membentuk task force peningkatan ekspor untuk mendorong pertumbuhan industri furnitur dan kerajinan dalam lima tahun ke depan. Target jangka panjangnya adalah membangun fondasi menuju nilai ekspor US$ 25 miliar pada 2045.

"Target US$ 6 miliar tidak dapat dicapai hanya oleh pemerintah atau pelaku industri secara sendiri-sendiri. Diperlukan kerja bersama yang konsisten," ujarnya.

Dalam pelaksanaan TEI 2026, Furniture & Home Décor Pavilion dikunjungi buyer dari sejumlah negara, di antaranya Amerika Serikat, Inggris, Belanda, Belgia, Korea Selatan, Malaysia, India, Arab Saudi, Qatar, Turki, Singapura, Afrika Selatan dan Mesir.

Produk yang ditawarkan antara lain furnitur indoor dan outdoor, garden furniture, produk rotan, meja dan kursi, lampu, corporate gift, woodcraft serta berbagai produk kriya.

Abdul menyebut, kualitas buyer menjadi salah satu indikator penting dalam mengukur keberhasilan pameran. Pasalnya, jumlah pengunjung tidak selalu mencerminkan potensi transaksi yang dapat dihasilkan.

Sejumlah calon buyer yang datang ke pavilion disebut melanjutkan komunikasi bisnis dan berencana mengunjungi fasilitas produksi peserta.

Ketua DPD HIMKI Semarang Raya A. Kuswidiarso mengatakan, meski jumlah pengunjung bukan satu-satunya ukuran keberhasilan pameran, adanya calon buyer yang berniat mengunjungi pabrik menjadi sinyal positif.

"Pameran ini memberikan peluang yang cukup baik. Walaupun tidak selalu ramai, ada pengunjung yang serius dan ingin menindaklanjuti dengan kunjungan ke pabrik. Kualitas seperti inilah yang perlu terus diperkuat," ungkap Kuswidiarso.

HIMKI selanjutnya mendorong agar penyelenggaraan TEI pada tahun mendatang dipersiapkan lebih awal, termasuk pemetaan negara tujuan ekspor, pendataan buyer, kurasi peserta, serta penguatan program business matching.

Baca Juga: Lampaui Target, TEI Ke-41 Catat Transaksi US$ 22,94 Miliar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×