Reporter: Zendy Pradana | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produksi kayu olahan atau plywood saat ini tengah mengalami dampak penurunan yang signifikan. Hal itu merujuk pada kenaikan harga bahan baku yang semakin menekan kinerja sektor tersebut.
Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Abdul Sobur menjelaskan bahwa penurunan produksi kayu olahan termasuk plywood berada di kisaran 20% pada periode Kuartal I tahun 2026, dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.
"Secara umum, berdasarkan komunikasi kami dengan pelaku industri dan asosiasi terkait, penurunan produksi kayu olahan, termasuk plywood, berada di kisaran 10%-20% pada Kuartal I-2026," ujar Abdul Sobur kepada Kontan, Senin (4/5/2026).
Baca Juga: Intip Rekomendasi Saham Vale (INCO) yang Cetak Kinerja Cemerlang di Kuartal I-2026
Abdul menuturkan bahwa tren penurunan produksi kayu olahan di kuartal I-2026 bersifat indikatif karena masing-masing segmen dan wilayah mengalami tekanan yang berbeda.
"Yang lebih penting dari angka adalah tren: terjadi perlambatan yang konsisten sejak akhir 2025 hingga awal 2026," kata dia.
Menurutnya, penurunan produksi kayu saat ini bukan hanya sekadar masalah pasokan saja. Tetapi menjadi sinyal bahwa harus segera perkuat daya saing industri hilir.
Baca Juga: Laba Bersih Bukit Asam (PTBA) Melesat 105% pada Kuartal I-2026, Ini Strateginya
Tujuannya, agar kayu Indonesia tidak hanya diekspor sebagai bahan, melainkan juga menjadi produk yang bernilai tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













