kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.013,51   -2,48   -0.24%
  • EMAS932.000 0,22%
  • RD.SAHAM -1.07%
  • RD.CAMPURAN -0.35%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.08%

Hingga Akhir Tahun, Sepatu Bata (BATA) Incar Pertumbuhan Penjualan Lebih dari 50%


Jumat, 23 September 2022 / 17:44 WIB
Hingga Akhir Tahun, Sepatu Bata (BATA) Incar Pertumbuhan Penjualan Lebih dari 50%
ILUSTRASI. Produk tas dan alas kaki Marie Claire di gerai Sepatu Bata, Jakarta.


Reporter: Vina Elvira | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten produsen sepatu, PT Sepatu Bata Tbk (BATA) mengincar pertumbuhan penjualan lebih dari 50% hingga penghujung tahun nanti. Dengan kenaikan penjualan tersebut diharapkan dapat membuat perusahaan mampu menghasilkan keuntungan yang kuat pada tahun ini. 

"Kami akan mengakhiri tahun dengan pertumbuhan lebih dari 50% dalam omzet dan kami pasti akan menghasilkan keuntungan yang kuat," ungkap Country Manager PT Sepatu Bata, Ajay Ramachandran, kepada Kontan.co.id, beberapa waktu lalu. 

Sepatu Bata belum merilis secara resmi laporan keuangan pada periode semester I-2022. Namun, Ajay menuturkan bahwa hingga Juni lalu BATA mencatat pertumbuhan penjualan sebesar 32% yoy. 

Perusahaan juga mampu kembali menghasilkan untung setelah beberapa tahun terakhir mengalami penurunan kinerja akibat dampak dari Covid-19. Ajay menyebut, pertumbuhan kinerja tersebut didorong oleh performa ritel yang kuat serta didukung kinerja sejumlah produk baru yang diluncurkan tahun ini.

Baca Juga: Penjualan Obat Flu Sido Muncul (SIDO) Mengalami Penurunan

"Bisnis e-commerce mendorong 10% dari kontribusi dengan pertumbuhan lebih dari 100%," sambung dia. 

Sejumlah strategi juga telah dijalankan perusahaan untuk memperbaiki kinerja tahun ini. Beberapa upaya yang dilakukan antara lain, ekspansi mitra serta kampanye pemasaran digital yang kuat, pelatihan, dan insentif penjualan. 

Dari sisi kinerja ekspor, BATA juga disebut Ajay berencana akan terus  memproduksi sepatu berkualitas tinggi dari pabrik di Purwakarta untuk dikirim ke sejumlah negara, seperti ke Asia, Afrika, dan Amerika Latin. 

Terkait dengan alokasi capital expenditure (Capex), di tahun ini rencananya BATA menyiapkan alokasi sekitar Rp 3 miliar. Namun pihaknya tidak membeberkan lebih detail untuk apa saja alokasi belanja modal tersebut digunakan. 

"Kami hanya menghabiskan sekitar 50%. Kami akan menghabiskan saldo tergantung pada pemulihan ekonomi," pungkasnya. 

Baca Juga: Medco Energi Internasional (MEDC) Tetap Konsisten Investasi di Sektor Migas

Sekedar informasi, hingga Maret lalu, BATA tercatat membukukan penjualan sebesar Rp 116,34 miliar. Angka ini melesat 39,32% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp 83,50 miliar. 

Dari sisi bottom line, BATA masih membukukan rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 13,40 miliar. Namun memang angka ini sudah jauh lebih rendah dari kerugian pada kuartal I-2021 yang mencapai Rp 27,72 miliar. 

Selanjutnya: Pemerintah Vietnam Usul Pemotongan Pajak Konsumsi Khusus & Bahan Bakar ke Legislatif

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Digital Marketing in New Normal Era The Science of Sales Management

[X]
×