kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45935,67   -28,05   -2.91%
  • EMAS1.321.000 0,46%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Hingga Oktober 2023, Hutama Karya Kantongi Kontrak Baru Rp 21,5 Triliun


Selasa, 21 November 2023 / 08:00 WIB
Hingga Oktober 2023, Hutama Karya Kantongi Kontrak Baru Rp 21,5 Triliun
ILUSTRASI. PT Hutama Karya (Persero) mengantongi nilai kontrak baru sebesar Rp 21,5 triliun per Oktober 2023. ANTARA FOTO/Muhammad Izfaldi/Spt.


Reporter: Vina Elvira | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Hutama Karya (Persero) mengantongi nilai kontrak baru sebesar Rp 21,5 triliun per Oktober 2023. Perolehan kontrak baru tersebut sebagian besar berasal dari proyek Jalan dan Jembatan serta gedung. 

EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Tjahjo Purnomo menyatakan, pihaknya masih mengincar beberapa kontrak konstruksi lainnya. Namun demikian, Tjahjo tidak memerinci berapa nilai kontrak dan jenis proyek apa saja yang dimaksud. 

“Hingga akhir tahun 2023, Hutama Karya masih mengincar sejumlah proyek Jasa Konstruksi lainnya yang saat ini dalam tahap tender berjalan,” ungkap Tjahjo, kepada Kontan.co.id, Kamis (16/11) lalu. 

Baca Juga: WIKA dan Hutama Karya Garap Pembangunan Jalan Tol Ruas Bangkinang-Pangkalan

Apabila menilik catatan KONTAN sebelumnya, Hutama Karya pada tahun ini menargetkan perolehan kontrak baru sebesar Rp 30 triliun. Jika dibandingkan dengan capaian tahun lalu, target kontrak baru tahun ini lebih tinggi 54% dari semula Rp 19,8 triliun pada tahun 2022.

Dari perolehan kontrak baru tersebut, Hutama Karya membidik untuk dapat mengerjakan proyek-proyek Kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), terutama sektor jalan tol dan jembatan. 

Baca Juga: Hutama Karya Genggam Kontrak Pembangunan Jalan Tol Akses Patimban Paket 3

Adapun, per kuartal III-2023, Hutama Karya  mencetak laba bersih sebesar Rp 34 miliar per kuartal III-2023. Pencapaian ini tumbuh sebesar 203,29%, dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (YoY) yang masih membukukan kerugian Rp 992 miliar.

Dari sisi top line, Hutama Karya mencatat pertumbuhan pendapatan yang stabil selama empat tahun terakhir dengan rata-rata pendapatan sebesar Rp 23,6 triliun.

Penugasan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) menjadi salah satu faktor yang menyebabkan peningkatan eksponensial baik pada sisi aset maupun ekuitas perusahaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet Using Psychology-Based Sales Tactic to Increase Omzet

[X]
×