kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.310.000 -1,06%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Hingga September 2023, Triputra Agro Persada (TAPG) Produksi 720 Ribu Ton CPO


Senin, 09 Oktober 2023 / 13:23 WIB
Hingga September 2023, Triputra Agro Persada (TAPG) Produksi 720 Ribu Ton CPO
ILUSTRASI. Perkuat kinerja, Triputra Agro Persada (TAPG) resmikan pabrik kelapa sawit baru di Kalimantan Tengah


Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) memprediksi pertumbuhan produksi Crude Palm Oil (CPO) pada akhir kuartal 3-2023 naik kurang lebih 10% jika dibandingkan kuartal 2-2023.

“Perseroan pada tahun 2023 ini terus mengalami pertumbuhan produksi yang cukup baik, setelah produksi mengalami recovery di kuartal 1-2023. Perseroan diperkirakan akan terus mengalami pertumbuhan produksi per-kuartal hingga kuartal 3-2023 mengingat CPO yang akan memasuki masa puncak panen,” jelas Corporate secretary TAPG Joni Tjeng.

Meski begitu, Joni Tjeng mengatakan produksi CPO hingga kuartal-3, khususnya pada anak perusahaan masih sedikit berada di bawah rencana awal tahun.  Untuk catatan, TAPG hingga saat ini telah memiliki 3 anak perusahaan yaitu PT. Alam Teduh Sentosa, PT. Agro Multi Persada and subsidiaries dan PT. Alam Belantara Makmur.

Ia juga menambahkan hingga September 2023, perseroan telah memproduksi kurang lebih 720 ribu ton CPO dan optimis akan terus bertambah hingga akhir tahun.

Baca Juga: Penjualan Trisula International (TRIS) Ditargetkan Naik 5% hingga Tutup Tahun

“Produksi CPO yang mengalami recovery pada awal tahun 2023 merupakan salah satu penyebab data temporary produksi CPO perseroan hingga YtD September 2023 mencapai sekitar 720 ribu ton,” jelasnya.  

Kemudian terkait target, Joni Tjeng mengungkap target produksi tahun ini tak berbeda jauh dengan target tahun lalu. Jika merujuk pada catatan Kontan, tahun 2022 TAPG sebelumnya menargetkan volume produksi CPO mencapai 1,04 juta ton.

“Target produksi pada akhir kuartal 3 memang sudah cukup baik bila dibandingkan dengan kuartal 1 dan 2 serta diharapkan bisa mendekati hasil yang baik seperti di tahun 2022 atau paling tidak hanya sedikit mengalami penurunan,” jelasnya.

Terkait kendala produksi, terutama saat memasuki musim kemarau akibat dampak El Nino,  Joni Tjeng mengatakan, perseroan hingga saat ini tak terlalu merasakan dampaknya dan masih fokus untuk menjaga perkebunan khususnya dari risiko kekeringan dan potensi kebakaran hutan. 

“Perseroan sejak tahun lalu sudah membangun embung-embung air dan menjaga lahan tetap basah dan menjadi sumber air di saat kondisi lebih kering. Perseroan juga terus mengembangkan Desa Makmur Peduli Api dan terus melakukan patroli untuk menekan risiko kebakaran hutan yang akan mengganggu proses produksi,” tuturnya.

Sedangkan fokus perseroan hingga akhir tahun akan berpusat pada masa golden period atau masa puncak panen sawit.

Baca Juga: Hingga Agustus, Elnusa (ELSA) Catatkan Realisasi Kontrak Rp 11,30 Triliun

Selain CPO, TAPG ungkapnya juga sudah mengembangkan penggunaan Kernel Crushing Plant atau mesin untuk memproses inti sawit menggunakan bahan bakar biogas. Hasil dari mesin ini menjadi salah satu sumber pendapatan tambahan bagi perseroan.

“Kernel crushing plant ini bertujuan untuk memproses palm kernel menjadi palm kernel oil sebagai salah satu produk midstream Perusahaan,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet Using Psychology-Based Sales Tactic to Increase Omzet

[X]
×