kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45729,74   -6,98   -0.95%
  • EMAS963.000 3,44%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Hingga tutup tahun, Indika Energy (INDY) ingin maksimalkan produksi batubara


Senin, 23 Desember 2019 / 20:35 WIB
Hingga tutup tahun, Indika Energy (INDY) ingin maksimalkan produksi batubara
ILUSTRASI. Jajaran direksi INDY saat RUPST. Sumber Yoliawan - Kuartal I 2019, produksi batubara INDY sudah 24% dari target.

Reporter: Rahma Anjaeni | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. PT Indika Energy Tbk (INDY, anggota indeks Kompas100 ini) melalui anak usahanya PT Kideco Jaya Agung (Kideco) dan PT Multi Tambangjaya Utama (MUTU), ingin maksimalkan produksi batubara sampai akhir tahun 2019.

INDY sendiri menargetkan produksi batubara Kideco pada 2019 ini mencapai 34 juta ton, sedangkan untuk MUTU target tahun ini mencapai 1,5 juta ton. Namun, berdasarkan catatan Kontan.co.id, hingga Oktober kemarin Kideco telah melakukan produksi batubara sebanyak 28,7 ton, sedangkan produksi MUTU mencapai 1,3 juta ton batubara.

Baca Juga: Rights issue Majapahit Inti Corpora (AKSI) mendapat restu pemegang saham

Jika menilik jumlah tersebut, maka target yang dicanangkan oleh INDY kepada anak usahanya masih belum tercapai.

Sampai saat ini, Kineco memproduksi batu bara jenis sub-bituminous dengan kadar kalori 4200 kcal/kg. Namun, tak semua batu bara yang diproduksi tersebut memiliki kadar yang sama.

"Sebagian besar ada di kalori 4200 kcal/kg. Sisanya kombinasi antara yang medium dan high cv, walaupun jumlahnya tidak banyak," jelas Leonardus Herwindo selaku Head of Corporate Communication INDY saat dihubungi Kontan, Senin (23/12).

Sementara itu, saat ini MUTU memfokuskan produksi pada batu bara thermal dengan kadar kalori mencapai 6500 - 6700 kcal/kg.

Baca Juga: Tetap Selektif, Kenaikan Saham-Saham Pertambangan Hanya Sesaat

Terkait dengan strategi dan target produksi INDY di tahun mendatang, saat ini Leonardus mengatakan bahwa pihaknya masih dalam tahap diskusi. Selain itu, mereka juga harus menunggu persetujuan dari rencana kegiatan dan anggaran biaya (RKAB) tahun 2020 nanti.

Meskipun begitu, Leonardus mengatakan Kideco dan MUTU akan terus fokus untuk mengelola operasi usaha, serta meningkatkan produktivitas dan memaksimalkan efisiensi produksi. Mereka juga akan terus melihat peluang pertumbuhan dan eksplorasi di masa yang akan datang.




TERBARU

Close [X]
×