kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.059   59,00   0,33%
  • IDX 5.753   -188,52   -3,17%
  • KOMPAS100 761   -24,88   -3,17%
  • LQ45 573   -16,07   -2,73%
  • ISSI 199   -6,62   -3,22%
  • IDX30 325   -8,90   -2,67%
  • IDXHIDIV20 404   -8,57   -2,08%
  • IDX80 86   -2,80   -3,15%
  • IDXV30 111   -2,95   -2,60%
  • IDXQ30 105   -2,68   -2,48%

Hippindo ingin HDB bisa menjadi agenda nasional


Kamis, 05 Juli 2018 / 20:54 WIB
ILUSTRASI. Pusat perbelanjaan


Reporter: Puspita Saraswati | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hippindo akan gelar HBD (Hari Belanja Diskon) Indonesia pada 8 Agustus hingga 2 September nanti. Berkaitan dengan hal tersebut, Budihardjo Iduansjah, Ketua Umum Hippindo mengharapkan pemerintah mempunyai agenda nasional belanja secara offline sebagaimana pebisnis online memiliki agenda Harbolnas (Hari Belanja Online Nasional).

"Kami berharap pemerintah mempunyai agenda belanja secara nasional dengan HBD Indonesia ini. Karena secara nasional kan belum ada," katanya kepada Kontan.co.id Kamis, (5/7).

Dengan bantuan pemrintah diharapkan program tersebut bisa dipromosikan  ke luar negeri. Sehingga turis yang datang ke Indonesia bisa berbelanja. Selain menargetkan wisnus di momen Asian Games, HBDI juga menyasar wisman.

"Kami harapkan omzet pelaku ritel naik 20% dari tahun lalu di bulan Agustus," ujarnya.

Maklum, biasanya periode bulan Agustus-September, bagi para peritel, kurang begitu bagus dari sisi omzet. "Setelah musim anak-anak masuk sekolah, tren omzet pelaku ritel selalu jelek," ujarnya.

Berkaca pada pencapaian tahun lalu, Ia mengklaim bahwa HBD di tahun 2017, menjadi sejarah bagi pelaku ritel yang mencatatkan kenaikan omzet ketibang periode serupa tahun lalu. Seperti ritel fesyen sepatu dan aksesoris mengalami pertumbuhan omzet 50% di periode tersebut.

Berkaitan dengan ritel yang juga memiliki portal belanja online, Budihardjo mengaku belum mendapatkan info apakah ritel itu juga akan menerapkan diskon hingga 73% di portal belanja onlinenya.

"Sampai sekarang pun saya juga belum tahu apakah mereka akan menjual secara online. kalau misalkan mereka ingin tetap menjual secara online tentu itu kebijakan mereka," tukasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×