kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.042   34,00   0,19%
  • IDX 6.320   85,12   1,37%
  • KOMPAS100 832   13,60   1,66%
  • LQ45 635   11,28   1,81%
  • ISSI 218   2,09   0,97%
  • IDX30 357   7,08   2,02%
  • IDXHIDIV20 439   8,12   1,89%
  • IDX80 95   1,54   1,64%
  • IDXV30 120   1,66   1,39%
  • IDXQ30 114   1,99   1,77%

Prospek Industri Sertifikasi Menguat, MUTU Bidik Peluang dari Tren Ekonomi Hijau


Selasa, 04 Agustus 2026 / 18:58 WIB
Prospek Industri Sertifikasi Menguat, MUTU Bidik Peluang dari Tren Ekonomi Hijau
ILUSTRASI. Pengembangan Laboratorium (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penerapan standar perdagangan global yang semakin ketat mendorong meningkatnya kebutuhan terhadap layanan sertifikasi, inspeksi, pengujian, dan verifikasi di berbagai sektor industri. 

Kondisi tersebut dinilai membuka peluang pertumbuhan bagi industri jasa sertifikasi, seiring meningkatnya tuntutan pasar terhadap produk yang memenuhi standar keberlanjutan dan tata kelola.

Investor sekaligus pengusaha nasional Sandiaga Salahuddin Uno menilai industri sertifikasi dan assurance akan menjadi salah satu sektor yang memiliki prospek jangka panjang. Menurutnya, semakin banyak negara dan pelaku usaha menerapkan standar terkait keberlanjutan, keamanan pangan, sertifikasi halal, hingga tata kelola perusahaan yang baik.

Baca Juga: Di Tengah Lesunya Daya Beli, Mercedes-Benz Tambah Dua Model Premium di GIIAS 2026

"Semakin tinggi standar yang diterapkan di berbagai negara, semakin besar pula kebutuhan terhadap lembaga yang dapat memberikan kepastian dan kepercayaan kepada pasar," ujar Sandiaga dalam keterangan tertulis, Selasa (4/8).

Di Indonesia, kebutuhan terhadap layanan sertifikasi juga terus meningkat seiring bertambahnya aktivitas ekspor dan tuntutan pasar agar produk memenuhi standar nasional maupun internasional. 

Permintaan tersebut tidak hanya datang dari sektor ekspor, tetapi juga industri halal, keamanan pangan, energi, manufaktur, hingga perusahaan yang mulai menerapkan prinsip Environmental, Social and Governance (ESG).

Menurut Sandiaga, tren tersebut menjadi peluang bagi perusahaan yang bergerak di bidang sertifikasi, inspeksi, pengujian, dan verifikasi untuk memperluas bisnisnya.

Ia mencontohkan PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU) sebagai salah satu perusahaan yang berpeluang memanfaatkan pertumbuhan permintaan tersebut karena memiliki pengalaman panjang di bidang sertifikasi.

"Saya melihat MUTU memiliki fondasi bisnis yang kuat dan pengalaman yang panjang di bidangnya. Dengan meningkatnya kebutuhan terhadap sertifikasi dan assurance, saya optimistis perusahaan ini memiliki peluang besar untuk terus berkembang," katanya.

Seiring berkembangnya kebutuhan pasar, MUTU juga terus memperluas portofolio layanan, mulai dari sertifikasi halal, keamanan pangan, sertifikasi keberlanjutan, hingga layanan yang berkaitan dengan pasar karbon.

Sandiaga menilai, keberadaan lembaga sertifikasi kini bukan lagi sekadar pelengkap dalam proses bisnis perusahaan. Menurutnya, sertifikasi telah menjadi salah satu faktor yang menentukan daya saing produk Indonesia di pasar global yang semakin kompetitif.

"Perusahaan yang mampu memenuhi standar internasional akan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang. Karena itu, lembaga sertifikasi dan assurance akan memegang peranan yang semakin penting dalam mendukung pertumbuhan industri nasional," tutupnya.

Baca Juga: GIIAS 2026 Jadi Ajang Memperkuat Layanan Purnajual dan Pengalaman Konsumen

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×