kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45919,51   10,20   1.12%
  • EMAS1.350.000 0,52%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Hotel Sahid Jaya (SHID) Siapkan Capex Rp 35 Miliar Tahun 2024, Ini Penggunaan Dananya


Senin, 04 Desember 2023 / 07:45 WIB
Hotel Sahid Jaya (SHID) Siapkan Capex Rp 35 Miliar Tahun 2024, Ini Penggunaan Dananya
ILUSTRASI. PT Hotel Sahid Jaya International Tbk (SHID) menyiapkan capital expenditure (Capex) Rp 35 miliar untuk tahun 2024.


Reporter: Vina Elvira | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Hotel Sahid Jaya International Tbk (SHID) menyiapkan alokasi belanja modal atau capital expenditure (Capex) Rp 35 miliar untuk tahun 2024. Dana capex tersebut digunakan untuk pengembangan hotel serta fasilitas pendukung lainnya.

Direktur Utama Hotel Sahid Jaya International Hariyadi Sukamdini mengungkapkan, dana capex yang disiapkan tahun depan salah satunya digunakan untuk penambahan inventori kamar di portofolio hotel SHID yang berlokasi di Jakarta. 

“Kami renovasi terus-terusan karena kami gak boleh menghentikan operasi hotel. Untuk merenovasi 80 kamar berikut koridornya dan lain-lain, dalam perjalanannya bisa nambah, ada juga renovasi restoran,” ungkap Hariyadi, kepada Kontan.co.id, Minggu (3/12). 

Baca Juga: Hotel Sahid Jaya (SHID) Bidik Rata-Rata Okupansi 60% Sepanjang Tahun 2023

Sejalan dengan rencana pengembangan di tahun 2024, pihaknya optimistis prospek bisnis hotel akan semakin menjanjikan ke depannya. 

Manajemen SHID menargetkan kenaikan kinerja yang positif, baik dari sisi pendapatan maupun rata-rata tingkat okupansi hotel. 

Sedangkan dari sisi bottom line, Hariyadi meyakini SHID dapat kembali mencapai bottom line yang positif, setelah beberapa tahun terakhir harus menanggung kerugian akibat dampak dari pandemi Covid-19. 

 

“Di tahun 2024 diproyeksikan sudah bisa laba lagi. Kami bisa mencatatkan untung, karena di tahun 2023 masih rugi,” sebutnya. 

Menilik laporan keuangan kuartal III-2023, pendapatan usaha SHID mencapai Rp 85,34 miliar. Angka ini meningkat 59,35% year on year (YoY) dibandingkan Rp 53,55 miliar pada posisi yang sama tahun lalu. 

Sementara dari sisi bottom line, SHID masih menanggung rugi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 15,80 miliar. Namun, angka ini sudah jauh menurun dari semula Rp 35,27 miliar di kuartal ketiga tahun lalu. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×