kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Hutama Karya kaji kembali pengambilan hak operasional Jembatan Tol Suramadu


Jumat, 09 November 2018 / 17:59 WIB
ILUSTRASI. Presiden meresmikan pembebasan tarif tol Jembatan Suramadu


Reporter: Harry Muthahhari | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. PT Hutama Karya akan mengkaji kembali pengambilan hak operasional jembatan tol Suramadu, Jawa Timur. Hal ini lantaran PT Jasa Marga Tbk, pada 27 Oktober 2018 kemarin, jembatan tol Suramadu yang menghubungkan Surabaya dan Madura digratiskan. Peresmian pembebasan tarif itu sendiri dilakukan oleh Presiden Joko Widodo.

Sebelumnya, PT Hutama Karya berpotensi mendapat hak operasional tol Suramadu. “Dengan digratiskannya Suramadu, kami masih berkoordinasi dan mengkaji apakah masih ada potensi penugasan maupun potensi monetisasinya,” kata Direktur Keuangan Hutama Karya Anis Anjayani kepada Kontan.co.id pada Jum’at (9/11).

Anis menceritakan, rencana awal Hutama Karya adalah memanfaatkan pengoperasian jembatan tol Suramadu untuk membangun Jalan Tol Lingkar Timur Surabaya.

Kemudian ketika Jalan Tol Jembatan Suramadu dan Jalan Tol Lingkar Timur Surabaya sudah beroperasi, keduanya bakal dimonetisasi untuk keperluan tambahan ekuitas Jalan Tol Trans Sumatera.

Anis menambahkan, karena sekarang keputusan pemerintah justru menggratiskan Suramadu, maka saat ini pihaknya sedang melakukan kajian internal terkait potensi monetisasi Suramadu.

“Apabila tidak ada potensi, kami akan mengajukan tambahan penyertaan modal negara (PMN) yang lebih dari kajian sebelumnya untuk menutup kebutuhan ekuitas,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×