kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   19.000   0,67%
  • USD/IDR 17.099   75,00   0,44%
  • IDX 6.967   -22,63   -0,32%
  • KOMPAS100 957   -7,96   -0,82%
  • LQ45 701   -6,38   -0,90%
  • ISSI 249   -0,30   -0,12%
  • IDX30 382   -5,94   -1,53%
  • IDXHIDIV20 472   -9,43   -1,96%
  • IDX80 108   -0,86   -0,79%
  • IDXV30 131   -2,02   -1,52%
  • IDXQ30 124   -2,26   -1,79%

IBM perkenalkan platform multicloud hybrid


Senin, 05 Agustus 2019 / 16:41 WIB


Reporter: Harry Muthahhari | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Awal Juli 2019 kemarin, IBM telah mengakuisisi perusahaan perangkat lunak Red Hat sebesar US$ 34 juta. Akuisisi ini bertujuan untuk memposisikan IBM sebagai penyedia cloud hybrid, serta memperluas inovasi open source Red Hat.

Setelah akuisisi Red Hat itu, IBM telah menghadirkan platform multicloud hybrid. Platform ini memungkinkan sistem cloud yang ditawarkan tidak bergantung pada infrastruktur data center milik IBM saja.

Baca Juga: IBM sepakat mengakuisisi perusahaan perangkat lunak Red Hat senilai US$ 34 miliar

“Dengan platform itu, bisa membangun dan menyebarkan rangkaian aplikasi di mana saja, AWS, Azure, Google Cloud, Alibaba, termasuk IBM Cloud,” kata Country Manager Cloud and Solutions IBM Indonesia, Lianna Susanto pada Senin (5/8).

Menurut Lianna, sebesar 20% perusahaan saat ini sudah melakukan transiksi menuju cloud. Cloud IBM sendiri memang menargetkan bisnisnya pada segmen enterprise. “Sekitar 80% portofolio kami itu di enterprise, sisanya start up,” tambah Lianna.

IBM juga memperluas layanan Red Hat OpenShift melalui IBM Systems. Dengan layanan itu, sistem enterprise IBM secara kolektif mampu menjalankan 30 miliar transaksi per hari di seluruh dunia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×