kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.973   81,00   0,45%
  • IDX 5.884   -217,45   -3,56%
  • KOMPAS100 764   -32,00   -4,02%
  • LQ45 578   -20,26   -3,39%
  • ISSI 203   -8,31   -3,92%
  • IDX30 327   -10,75   -3,18%
  • IDXHIDIV20 402   -10,48   -2,54%
  • IDX80 87   -3,59   -3,99%
  • IDXV30 109   -2,27   -2,04%
  • IDXQ30 105   -2,81   -2,60%

IDstar Group Perkuat Bisnis AI, Drife Raih Status Platinum Partner UiPath


Rabu, 24 Juni 2026 / 21:06 WIB
IDstar Group Perkuat Bisnis AI, Drife Raih Status Platinum Partner UiPath
ILUSTRASI. Bisnis AI - Drife, anak usaha IDstar Group (Dok/Drife)


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Drife, anak usaha IDstar Group, meraih pengakuan sebagai UiPath Platinum Partner sekaligus UiPath Agentic Automation Fast Track Partner.

Pencapaian ini memperkuat posisi perusahaan dalam menyediakan layanan intelligent automation bagi perusahaan yang tengah mempercepat transformasi digital dan adopsi kecerdasan buatan (AI).

Pengakuan tersebut diberikan oleh UiPath, perusahaan global yang bergerak di bidang business orchestration dan automation.

Baca Juga: Pendapatan Capai Rp 1.167 Triliun, Pertamina Raih Laba Bersih Rp 55,2 Triliun di 2025

Status baru ini menandai peningkatan kapabilitas Drife dalam menghadirkan solusi otomatisasi end-to-end bagi segmen enterprise.

CEO IDstar Group Ferdinand Prasetyo mengatakan, pencapaian tersebut menjadi tonggak penting bagi Drife dan IDstar Group dalam mendukung transformasi digital perusahaan di Indonesia.

“Pencapaian sebagai UiPath Platinum Partner dan UiPath Agentic Automation Fast Track Partner merupakan tonggak penting bagi Drife dan IDstar Group dalam membantu enterprise di Indonesia mempercepat perjalanan transformasi digital mereka,” ujarnya dalam keterangannya Senin (23/6/2026).

Menurut Ferdinand, kebutuhan perusahaan terhadap solusi otomatisasi kini berkembang. Tidak hanya untuk menangani pekerjaan berulang, tetapi juga untuk mengintegrasikan data, sistem, manusia, robot, dan AI agents dalam satu alur kerja yang lebih cerdas.

Baca Juga: Industri Baja Tertekan Akibat Implementasi HGBT Belum Optimal

“Dengan dukungan ekosistem UiPath, kami kini memiliki kapabilitas yang lebih kuat untuk membantu organisasi membangun automation yang scalable, terukur, dan berdampak bagi operasional bisnis,” tambahnya.

Pengakuan tersebut hadir di tengah meningkatnya minat perusahaan terhadap teknologi agentic AI.

Berdasarkan UiPath 2025 Agentic AI Report, sekitar 90% eksekutif teknologi informasi (IT) menilai terdapat proses bisnis di organisasi mereka yang dapat ditingkatkan melalui agentic AI. Sementara itu, 77% responden menyatakan siap berinvestasi pada teknologi tersebut tahun ini.

Sebagai Platinum Partner, Drife dinilai telah menunjukkan penguatan kapabilitas implementasi automation, investasi teknis, serta pengalaman dalam menghadirkan solusi UiPath untuk berbagai kebutuhan bisnis perusahaan.

Selain itu, status Agentic Automation Fast Track Partner diberikan kepada mitra terpilih yang memperoleh akses awal terhadap teknologi agentic automation UiPath, mengikuti pelatihan khusus, mengidentifikasi use case potensial, serta berkontribusi dalam pengembangan solusi berbasis agentic automation.

Baca Juga: Bisnis Confluent Moncer di Indonesia, Catat Pertumbuhan Dobel Digit

Agentic automation sendiri merupakan pendekatan baru yang menggabungkan AI, automation, dan orchestration sehingga AI agents dapat membantu merencanakan, menjalankan, dan mendukung pengambilan keputusan dalam suatu proses bisnis dengan tetap berada di bawah pengawasan manusia.

Teknologi ini dinilai mampu memperluas manfaat otomatisasi dari sekadar tugas individual menjadi pengelolaan proses bisnis secara menyeluruh atau end-to-end.

Melalui pencapaian tersebut, Drife dan IDstar Group berencana memperluas implementasi automation di berbagai fungsi bisnis, mulai dari keuangan dan akuntansi, pengolahan dokumen, operasional pelanggan, sumber daya manusia, kepatuhan, pelaporan, hingga proses lintas sistem yang membutuhkan orkestrasi yang lebih kompleks.

Regional Vice President and Managing Director Southeast Asia UiPath Amit Khandelwal menilai, agentic automation akan menjadi salah satu pendorong utama transformasi bisnis perusahaan dalam beberapa tahun ke depan.

“Agentic automation merupakan peluang signifikan bagi organisasi yang ingin mentransformasi cara kerja mereka. AI agents diproyeksikan mampu menghasilkan nilai ekonomi hingga US$ 450 miliar pada 2028,” ujarnya.

Ia menambahkan, kemitraan strategis dengan Drife akan membantu mempercepat adopsi business orchestration dan automation di Indonesia sekaligus membuka peluang peningkatan efisiensi, kelincahan operasional, dan penciptaan nilai bisnis baru bagi perusahaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×