kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Impor daging sapi sebaiknya melalui tender


Jumat, 15 Februari 2013 / 16:44 WIB
ILUSTRASI. Manfaat air kelapa untuk kategori usia di atas 30 tahun mampu mengatasi tekanan darah, diabetes, hingga kerutan pada kulit


Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Untuk menghindari berbagai bentuk praktik kecurangan dalam proses importasi daging sapi, sebaiknya digunakan sistem tender.

Sistem tersebut dianggap lebih transparan dan terbuka, serta mengedepankan kepentingan masyarakat yakni dalam memperoleh daging sapi dengan harga lebih murah.

Hal tersebut disampaikan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, saat berkunjung ke Kompas, Jumat (15/2).

"Jadi tidak perlu lagi pakai sistem kuota dan penunjukan. Lakukan dengan sistem tender yang serba terbuka dan transparan. Importir yang bisa menyediakan daging harga termurah dan kualitas terjaga, maka dialah yang akan terpilih," katanya.

Menurut dia, sistem tender mengedepankan kepentingan rakyat, karena harga daging akan lebih terjangkau. Sistem itu juga menghindari kongkalikong, karena dilakukan secara transparan dan terbuka.

"Sistem tendernya bisa secara online, sehingga tidak ada tatap muka antara pejabat dan pelaku usaha," ujarnya.

Gita mengatakan, harga daging sapi di dalam negeri saat ini masih cukup tinggi yakni sekitar Rp 85.000-Rp 90.000 per kilogram.

Harga tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan harga daging di negara-negara tetangga sekitar. Tanpa intervensi pemerintah, harga daging tidak akan turun dan bahkan bisa melaju lebih tinggi.  (Eny Prihtiyani/Kompas.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×