kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   6.000   0,23%
  • USD/IDR 17.945   32,00   0,18%
  • IDX 6.039   2,10   0,03%
  • KOMPAS100 778   1,37   0,18%
  • LQ45 596   0,86   0,14%
  • ISSI 210   -0,13   -0,06%
  • IDX30 332   1,25   0,38%
  • IDXHIDIV20 424   1,56   0,37%
  • IDX80 89   0,13   0,15%
  • IDXV30 115   0,32   0,28%
  • IDXQ30 108   0,44   0,41%

Impor Jadi Ancaman, Kadin Minta Menperin Baru Perkuat Industri


Senin, 05 Oktober 2026 / 09:35 WIB
Impor Jadi Ancaman, Kadin Minta Menperin Baru Perkuat Industri
ILUSTRASI. Mentan Saleh Husin Hadiri Pemutaran Film 3 Pilihan Hidup (TRIBUNNEWS/LENDY RAMADHAN)


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Arus impor menjadi salah satu tantangan yang perlu diantisipasi pemerintah untuk menjaga kinerja industri manufaktur nasional.

Terlebih, sejumlah produk impor masuk ke pasar domestik meski sudah mampu diproduksi oleh industri dalam negeri.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perindustrian Saleh Husin mengatakan, penguatan perlindungan terhadap industri nasional perlu menjadi perhatian Menteri Perindustrian (Menperin) yang baru.

Baca Juga: IEU-CEPA Buka Peluang Investasi PLTS, AESI Soroti Standar Bankability dan TKDN

Menurut dia, kebijakan perlindungan industri harus dilakukan secara terukur agar tidak mengganggu sektor manufaktur yang masih bergantung pada bahan baku maupun barang modal impor.

"Perlindungan industri dalam negeri perlu diperkuat, tetapi harus terukur, selektif, dan berbasis data. Fokus perlindungan sebaiknya diberikan pada produk yang sudah mampu diproduksi dan dipasok industri dalam negeri, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas," ujar Saleh Husin kepada Kontan, Senin (5/10/2026).

Saleh menilai, masuknya produk impor dapat menekan industri domestik apabila terjadi pada produk yang sebenarnya sudah dapat dipenuhi oleh produsen dalam negeri.

"Produk impor dapat menjadi tekanan bagi industri nasional apabila masuk pada produk yang sebenarnya sudah dapat dipasok oleh industri dalam negeri," kata Saleh.

Karena itu, pengaturan impor perlu dilakukan secara selektif. Pemerintah juga harus membedakan impor produk jadi dengan impor yang dibutuhkan industri sebagai bagian dari rantai produksi.

Baca Juga: ERAA Diversifikasi Bisnis, Kontribusi Segmen Non-Digital Tembus 12% Penjualan

"Karena itu, pengaturan impor perlu terus dievaluasi dan, bila diperlukan, diperkuat secara selektif, terutama untuk mencegah persaingan yang tidak sehat tanpa menghambat impor bahan baku, barang modal, dan produk yang belum mampu dipenuhi secara domestik," ujar Saleh.

Di sisi lain, pengendalian impor tidak cukup untuk membangun ketahanan industri nasional. Pemerintah juga perlu mengatasi berbagai hambatan investasi agar kapasitas produksi dalam negeri terus meningkat.

Saleh mengatakan, kemudahan perizinan dan kepastian usaha menjadi bagian penting untuk mendorong pelaku industri meningkatkan investasi dan kapasitas produksi di Indonesia.

"Yang paling mendesak adalah membangun kebijakan perlindungan yang terintegrasi dan berbasis kebutuhan industri," kata Saleh.

Menurut dia, pemerintah memiliki sejumlah instrumen untuk memperkuat industri nasional. Instrumen tersebut antara lain pengendalian impor, peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN), safeguard, hingga pemberian insentif.

"Instrumennya dapat berupa pengendalian impor, peningkatan TKDN, safeguard, maupun insentif, tetapi penerapannya harus disesuaikan dengan karakteristik produk," ujar Saleh.

Baca Juga: Pasar Pencahayaan Pintar Tumbuh, Hiburan di Rumah Menjadi Pendorong

Dengan kebijakan tersebut, perlindungan industri diharapkan tidak sekadar menahan produk impor, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas produksi domestik. Pada akhirnya, industri nasional diharapkan semakin mampu memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri sekaligus membuka ruang investasi baru.

"Prinsip utamanya adalah melindungi produk yang sudah kompetitif dan mampu dipasok industri dalam negeri, bukan sekadar membatasi impor," tegas Saleh Husin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×