CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Impor Minyak dari Timur Tengah Masih 20%, Pemerintah Siapkan Kontrak Jangka Panjang


Jumat, 13 Maret 2026 / 18:45 WIB
Impor Minyak dari Timur Tengah Masih 20%, Pemerintah Siapkan Kontrak Jangka Panjang
ILUSTRASI. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan impor energi dari kawasan Timur Tengah didominasi oleh minyak mentah (Dok/Kementerian ESDM)


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan impor energi dari kawasan Timur Tengah didominasi oleh minyak mentah (crude oil), bukan produk bahan bakar minyak (BBM) jadi.

Bahlil menjelaskan, kebutuhan solar dalam negeri saat ini relatif aman karena ditopang produksi domestik serta program pencampuran biodiesel berbasis fatty acid methyl ester (FAME). Dengan demikian, pemerintah tidak lagi bergantung pada impor solar dalam bentuk produk jadi.

Ia menambahkan, penyelesaian proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan turut memperkuat kemampuan pengolahan minyak di dalam negeri. Proyek yang sempat mengalami keterlambatan tersebut dinilai mampu membantu menekan ketergantungan impor BBM.

Baca Juga: Antisipasi Pasokan, RI Datangkan Dua Kargo LPG dari Australia

“RDMP Balikpapan cukup membantu kita mengurangi impor bensin sekitar 5,5 juta ton dan solar sekitar 3,5 juta ton,” ujar Bahlil saat melaporkan kondisi energi nasional kepada Presiden Prabowo di Istana Negara, Jumat (13/3/2026).

Menurut dia, sekitar 20% impor minyak mentah Indonesia masih berasal dari kawasan Timur Tengah. Sementara sisanya dipasok dari sejumlah negara lain, antara lain Angola, Nigeria, Brasil, Amerika Serikat, dan Malaysia.

Pemerintah juga menyiapkan diversifikasi sumber pasokan melalui kontrak jangka panjang untuk mengantisipasi risiko gangguan suplai. Namun, tantangan logistik menjadi perhatian, terutama terkait waktu pengiriman.

Baca Juga: Bahlil Lapor Prabowo, Stok BBM dan LPG Aman Jelang Hari Raya Idulfitri

Pasokan minyak mentah dari Amerika Serikat membutuhkan waktu tempuh sekitar 40 hari, lebih lama dibandingkan pengiriman dari Timur Tengah yang berkisar dua hingga tiga minggu.

Bahlil menambahkan, langkah diversifikasi dan peningkatan kapasitas kilang domestik menjadi kunci menjaga stabilitas pasokan energi nasional, terutama di tengah potensi eskalasi konflik global yang dapat memengaruhi rantai pasok energi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×