kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Impor pakaian bekas rugikan usaha tekstil kecil


Kamis, 05 Februari 2015 / 14:10 WIB
ILUSTRASI. Simak 3 Cara Mengatasi WiFi Tidak Bisa Mendeteksi Jaringan dan Penyebabnya


Reporter: Benediktus Krisna Yogatama | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Asosiasi Pertekstilan Indonesia mengatakan impor pakaian bekas merugikan industri kecil menengah tekstil dalam negeri.

"Penjahit garmen kita dengan masuknya baju bekas akan kehilangan daya saing.Ini merugikan," ujar Ade Sudrajat Usman, Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia pada Kamis (5/2).

Ia mengatakan, tidak memiliki catatan berapa besar impor ilegal tekstil di Indonesia. "Nama juga ilegal tidak ada catatan pasti. Tapi setidaknya terjadi pengangguran, hilangnya pekerjaan karena utilitas pabrik menurun karena pasar tergerus. Kerugian mencapai Rp 10 triliun per tahun itu pasti," ujar Ade.

Ia mengatakan, impor pakaian ilegal memang sudah dilarang. Tapi diduga barang-barang itu masuk dari "pelabuhan tikus".

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×