kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Impor pakaian bekas rugikan usaha tekstil kecil


Kamis, 05 Februari 2015 / 14:10 WIB
ILUSTRASI. Simak 3 Cara Mengatasi WiFi Tidak Bisa Mendeteksi Jaringan dan Penyebabnya


Reporter: Benediktus Krisna Yogatama | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Asosiasi Pertekstilan Indonesia mengatakan impor pakaian bekas merugikan industri kecil menengah tekstil dalam negeri.

"Penjahit garmen kita dengan masuknya baju bekas akan kehilangan daya saing.Ini merugikan," ujar Ade Sudrajat Usman, Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia pada Kamis (5/2).

Ia mengatakan, tidak memiliki catatan berapa besar impor ilegal tekstil di Indonesia. "Nama juga ilegal tidak ada catatan pasti. Tapi setidaknya terjadi pengangguran, hilangnya pekerjaan karena utilitas pabrik menurun karena pasar tergerus. Kerugian mencapai Rp 10 triliun per tahun itu pasti," ujar Ade.

Ia mengatakan, impor pakaian ilegal memang sudah dilarang. Tapi diduga barang-barang itu masuk dari "pelabuhan tikus".

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×