kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.754.000   -31.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.853   30,00   0,17%
  • IDX 6.130   -76,16   -1,23%
  • KOMPAS100 809   -11,59   -1,41%
  • LQ45 620   -10,81   -1,71%
  • ISSI 215   -2,62   -1,20%
  • IDX30 354   -6,31   -1,75%
  • IDXHIDIV20 438   -8,62   -1,93%
  • IDX80 93   -1,35   -1,42%
  • IDXV30 121   -2,44   -1,98%
  • IDXQ30 115   -2,13   -1,83%

Inaplas: Tax holiday jadi kurang seksi terhambat aturan anti plastik


Rabu, 22 Januari 2020 / 19:36 WIB
ILUSTRASI. Sekretaris jenderal Inaplas, Fajar Budiono


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Industri Olefin, Aromatik dan Plastik Indonesia (Inaplas) menilai fasilitas tax holiday memang menarik bagi industri kimia, tapi jadi kurang seksi karena terjegal peraturan daerah yang anti terhadap produk hilirnya yakni plastik. 

Sekjen Asosiasi Industri Olefin, Aromatik dan Plastik Indonesia (Inaplas) Fajar Budiono menjelaskan sebenarnya tax holiday sudah lama di-engage oleh pemerintah. "Salah satunya dengan melakukan penyederhanaan, kemudahan mendaftar sehingga proses lebih sederhana dan cepat," jelasnya kepada Kontan.co.id, Rabu (22/1). 

Baca Juga: Ini kata pengamat pajak soal tax ratio 2020

Meski demikian, Fajar mengungkapkan ada beberapa aturan di bawahnya yang membuat investasi petrokimia jadi kurang menarik dan berujung pada image tax holiday yang kurang seksi untuk menarik minat investor. 

Salah satu yang paling memberatkan adalah peraturan yang melarang plastik sekali pakai  yang digalakkan di sejumlah daerah salah satunya di Jakarta pada Juli 2020 mendatang. Selain itu, sistem  single window yang belum berjalan efektif juga menghambat minat investasi. 




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×