kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.310.000 -1,06%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Incar Pertumbuhan Positif, Begini Prospek Bisnis Mega Manunggal Property pada 2023


Jumat, 16 Juni 2023 / 21:36 WIB
Incar Pertumbuhan Positif, Begini Prospek Bisnis Mega Manunggal Property pada 2023
ILUSTRASI. Direktur Utama PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP) Gomos Benjamin dan Sekretaris Perusahaan Jeremu Mulawan saat Paparan Publik di Jakarta.


Reporter: Vina Elvira | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten pergudangan dan penyimpanan, PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP) membidik pertumbuhan kinerja positif tahun ini. Proyeksi tersebut sejalan dengan perkembangan industri logistik dan transportasi yang merupakan kontributor utama pendapatan perseroan. 

Mengutip materi paparan publik MMLP, dijelaskan bahwa industri logistik dan Transportasi merepresentasikan 5% dari total ekonomi nasional. Kedua industri ini merupakan salah satu industri dengan pertumbuhan paling pesat yang mencapai 37% dari tahun 2021 ke 2022. 

Sekretaris Perusahaan MMLP Jeremy Muliawan mengungkapkan, Manajemen meyakini perseroan akan mengalami pertumbuhan pendapatan dan laba berkisar 5%-10% pada tahun 2023.  Keyakinan tersebut tercermin dari performa MMLP dari tahun ke tahun yang cenderung stabil, termasuk ketika Covid-19 melanda. 

Baca Juga: Bangun Gudang Baru di Bekasi, Mega Manunggal Property Siapkan Dana Hingga Rp 30 M

“Lalu, karena komposisi penyewa kami mayoritas punya kontrak jangka panjang dengan kami, sehingga fluktuasi pun tidak akan terlalu dalam, itu yang membuat kami bisa konsisten terus memberikan tingkat pertumbuhan yang stabil,” ungkap Jeremy, dalam Paparan Publik, Jumat (16/6) di Jakarta. 

Sebagai gambaran, komposisi industri penyewa di gudang MMLP masih didominasi oleh industri logistik yang mencapai 52%. Lalu, kontributor terbesar kedua datang dari industri e-commerce sebanyak 32%, dan sisanya berasal dari manufaktur (7%), FMCG (4%), dan lain-lain (5%). 

Tingkat keterisian gudang (okupansi) yang dimiliki MMLP juga telah mencapai level 90%, dengan persebaran gudang yang berada di area Jabodetabek dan juga Jawa Timur. Untuk memaksimalkan kinerja selama tahun ini, pihaknya mengaku akan berupaya memenuhi setiap kebutuhan pelanggan eksisting maupun calon pelanggan. 

“Karena kami meyakini di industri pergudangan modern pelayanan dan servis adalah yang paling utama di luar bangunan itu sendiri,” tambahnya. 

Di sisi lain, MMLP juga tetap mengejar perolehan kontrak dari tenant-tenant baru. Sebab, pihaknya memiliki target untuk bisa menaikkan tingkat okupansi menjadi 100%. 

 

MMLP tidak mengincar calon tenant tertentu untuk dapat menjadi penyewa gudang mereka, pihaknya justru membuka peluang kerja sama bahkan dengan sektor industri yang belum ada di dalam portofolio perusahaan. 

Namun demikian, MMLP memandang bahwa mayoritas permintaan gudang masih akan datang dari tiga industri utama, seperti logistik, e-commerce, dan FMCG.

“Kami open semua sektor selama bisa bersinergi, tapi masih didominasi dari industri logistik, FMCG, dan e-commerce, karena mereka punya kebutuhan yang sangat urgent terhadap gudang dan juga menjadi penopang dari ekonomi nasional,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet Using Psychology-Based Sales Tactic to Increase Omzet

[X]
×