kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.680   99,00   0,56%
  • IDX 6.599   -124,08   -1,85%
  • KOMPAS100 874   -18,96   -2,12%
  • LQ45 651   -6,79   -1,03%
  • ISSI 238   -4,84   -1,99%
  • IDX30 369   -2,15   -0,58%
  • IDXHIDIV20 456   0,25   0,05%
  • IDX80 100   -1,80   -1,77%
  • IDXV30 128   -1,20   -0,93%
  • IDXQ30 119   -0,20   -0,17%

Indika Energy (INDY) targetkan produksi batubara 34 juta ton pada tahun depan


Selasa, 04 Desember 2018 / 16:40 WIB
ILUSTRASI.


Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indika Energy Tbk (INDY) melalui PT Kideco Jaya Agung menargetkan produksi batubara pada tahun depan sebesar 34 juta ton. Nilai ini sama dengan proyeksi produksi batubara pada tahun ini.

Direktur Keuangan Indika Energy Azis Armand mengatakan, hingga September 2018, produksi batubara sudah mencapai 26,1 juta ton. Guna mencapai target ini, INDY perlu memproduksi sebanyak 7,9 juta ton batubara pada kuartal akhir ini.

INDY juga tengah memaksimalkan produksi batubara high termal dengan kandungan kalori 6500 kkal/kg hingga 6700 kkal/kg melalui anak usahanya, PT Multi Tambangjaya Utama. INDY menargetkan mampu memproduksi batubara ini sebanyak 1,5 juta ton. Batubara ini dipasarkan ke Thailand, China, Pakistan, dan Filipina.

Mengenai penjualan batubara ke pasar domestik, Armand mengaku sudah memenuhi ketentuan minimal domestic market obligation (DMO) sebesar 25%. “Realisasi DMO sudah sesuai, ada sedikit juga yang transfer kuota,” kata Aziz kepada Kontan.co.id, Selasa (4/12).

Untuk tahun depan, Azis bilang, pihaknya terus fokus terhadap faktor internal dengan terus mengoptimalkan produksi batubara dan efesiensi operasional perusahaan. Selain itu, INDY juga terus membuka diri dan melihat potensi peluang usaha lain. “Kami terus melihat potensi dan peluang usaha lainnya serta feasibility dan dampaknya terhadap perusahaan, lingkungan, dan pemerintah,” tuturnya.

Pada tahun ini INDY mengalokasikan belanja modal sebesar US$ 162,8 juta. Sampai September 2018 realisasi serapan belanja modal sebesar US$ 109,1 juta.

Mengenai harga batubara acuan bulan Desember 2018 yang turun 5,51% menjadi US$ 92,51 per ton dibandingkan sebesar US$ 97,90 per ton di November 1018, Azis mengatakan, INDY fokus dalam melakukan efesiensi biaya dan peningkatan produktivitas. “Harga selalu dipengaruhi dari faktor eksternal yang di luar kontrol kita kan, jadi fokus ke cost efficiency,” kata Azis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×