kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   4.000   0,16%
  • USD/IDR 18.058   98,00   0,55%
  • IDX 5.233   -630,78   -10,76%
  • KOMPAS100 669   -92,44   -12,14%
  • LQ45 519   -70,82   -12,00%
  • ISSI 180   -21,76   -10,81%
  • IDX30 290   -38,34   -11,66%
  • IDXHIDIV20 378   -45,20   -10,69%
  • IDX80 77   -10,55   -12,09%
  • IDXV30 104   -11,64   -10,06%
  • IDXQ30 96   -12,22   -11,31%

Indonesia Perkuat Kemitraan Dagang dengan Belanda


Jumat, 16 Oktober 2026 / 10:51 WIB
Indonesia Perkuat Kemitraan Dagang dengan Belanda
ILUSTRASI. Indonesia memperkuat hubungan dagang dengan Belanda melalui pengembangan produk bernilai tambah, peningkatan kapasitas industri (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Genta Disa | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID-TANGERANG. Indonesia memperkuat hubungan dagang dengan Belanda melalui pengembangan produk bernilai tambah, peningkatan kapasitas industri, dan perluasan peran dalam rantai pasok global.

Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri mengatakan, langkah tersebut diperlukan agar Indonesia dapat meningkatkan kontribusi perdagangan internasional sekaligus membuka peluang bisnis baru dengan mitra dagang.

“Kami berupaya memastikan partisipasi Indonesia dalam perdagangan internasional, menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian kita, sekaligus membuka peluang baru untuk kerja sama dengan mitra-mitra kita, termasuk dari Belanda,” ujar Roro pada Forum Bisnis Indonesia-Belanda dalam gelaran Trade Expo Indonesia ke-41, Kamis (15/10/2026).

Baca Juga: Pemerintah Pasang Target Transaksi US$ 17,5 Miliar di Ajang TEI 2026

Indonesia memiliki basis produksi, sumber daya alam, sektor manufaktur, dan bisnis inovatif yang dapat dikembangkan bersama.

Sementara Belanda unggul dalam logistik, distribusi, teknologi, inovasi, serta jaringan bisnis internasional yang dapat membantu perusahaan Indonesia menembus pasar Eropa.

Roro menilai, potensi tersebut perlu diwujudkan melalui kolaborasi yang lebih nyata, seperti pengembangan pemasok, peningkatan produktivitas, penguatan ketertelusuran produk (traceability), dan pemanfaatan teknologi.

“Indonesia dan Belanda perlu menjajaki peluang kerja sama dalam pengembangan pemasok, peningkatan produktivitas, penguatan aspek ketertelusuran (traceability), serta penerapan teknologi yang membuat bisnis lebih kompetitif. Dengan demikian, kedua belah pihak dapat membangun kemitraan yang tidak hanya layak secara komersial, tetapi juga tangguh dan berkelanjutan,” jelas Roro.

Pemerintah dapat memfasilitasi akses pasar dan memperkuat kerangka perdagangan, sementara perusahaan perlu menjaga kualitas, kesinambungan pasokan, serta hubungan bisnis jangka panjang.

Perubahan pola pengadaan global juga menjadi peluang bagi Indonesia dan Belanda untuk memperdalam hubungan komersial. Perusahaan internasional kini tidak hanya mempertimbangkan harga, tetapi juga keandalan pasokan, kemampuan beradaptasi, dan prospek nilai ekonomi.

Baca Juga: UMKM Bidik Pasar Ekspor, Wajib Penuhi 3 Syarat Buyer Global

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×