kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Indonesia tawari Hyundai bikin mobil hibrid


Senin, 17 September 2012 / 09:14 WIB
Indonesia tawari Hyundai bikin mobil hibrid
ILUSTRASI. Jadwal sepak bola Olimpiade Tokyo 2020: Laga penentu ke perempat final


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Markus Sumartomjon

JAKARTA. Untuk memastikan program mobil beremisi rendah bisa berjalan, pemerintah getol mengajak industri otomotif global menanam investasi di Indonesia. Salah satunya adalah Hyundai Motor Company.

Menteri Perindustrian MS Hidayat menyatakan ajakan tersebut adalah sebagai langkah lanjutan pembicaraan antar kedua negara saat berlangsungnya KTT APEC di Russky Island, Vladivostok, Rusia awal bulan ini. Selain itu, pangsa pasar produsen otomotif Korea Selatan di Indoneia baru mencapai 2%. "Kami mengarahkan mereka memproduksi mobil hibrid,” kata Hidayat.

Pemerintah Korea Selatan telah menyepakati perlunya kerja sama produksi (joint of production) dengan Indonesia untuk menjajaki produksi mobil hibrid. Selanjutnya pihak Indonesia bakal membicarakan lebih lanjut dengan pihak Hyundai.

Rencana investasi mobil hibrid ini harus segera terealisasi. Pasalnya, pada pertemuan KTT APEC berikutnya di Bali tahun depan sudah ada hasil. "Jadi pada pertemuan berikutnya sudah ada laporan sebagai hasil pembicaraan bilateral," paparnya.

Ia yakin, Hyundai bakal menyambut positif ajakan pemerintah. Namun menurut Jongkie Sugiarto Direktur Utama PT Hyundai Mobil Indonesia, jangankan pabrik perakitan mobil hibrid, untuk mendirikan pabrik saja di Indonesia, Hyundai masih menimang-nimang potensi untung ruginya. Padahal, pertumbuhan permintaan mobil di Indonesia dan pasar Asia Tenggara cukup besar.

Menurutnya investasi untuk membangun pabrik manufaktur yang juga bisa dijadikan basis produksi Hyundai di kawasan Asia Tenggara mencapai Rp 5 triliun. "Kami sudah sering merayu pihak Hyundai agar mau membangun pabrik di sini. Namun dalam beberapa tahun terakhir, Hyundai masih fokus di Amerika dan Eropa," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×