kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Indonesia Transport (IATA) umumkan rencana akuisisi PT Anterin Digital Nusantara


Rabu, 29 Januari 2020 / 17:25 WIB
Indonesia Transport (IATA) umumkan rencana akuisisi PT Anterin Digital Nusantara
ILUSTRASI. Perawatan pesawat PT Indonesia Transport & Infrastructure Tbk (IATA) ; pesawat ATR 42-500

Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Herlina Kartika

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indonesia Transport & Infrastructure Tbk (IATA) telah menandatangani term sheet untuk mengakuisisi mayoritas saham PT Anterin Digital Nusantara.

Wakil Presiden Direktur T Indonesia Transport & Infrastructure Tbk Wisnu Handoyo menjelaskan pihaknya memilih perusahaan rintisan tersebut lantaran visi yang dianutnya. "Anterin dicipatakan untuk mengubah konsep operasi ojek daring yang ada saat ini," ujarnya melalui keterangan pers yang diterima Kontan.co.id , Rabu (29/1).

Menurutnya, PT Anterian Digital Nusantara yang bergerak dalam bisnis ojek daring dengan brand Anterin memiliki penetrasi pasar yang terbilang cepat. Hal tersebut lantaran kurang dari setahun beroperasi telah memiliki lebih dari 300.000 pengemudi terdaftar yang beroperasi di 51 kota di seluruh Indonesia dengan 530.000 pelanggan.

Baca Juga: ATIC dan IATA Menawarkan Saham Kepada Investor Strategis

Apalagi, secara bisnis Anterin tak hanya menawarkan ojek daring, melainkan juga pengiriman barang. Tahun ini, Anterin juga akan mengembangkan layanan-layanan terbaru termasuk layanan taksi, layanan pengiriman makanan, antar-jemput, penyewaan mobil, dan helikopter.

IATA juga menilai perbedaan utama antara Anterin dan penyedia jasa perjalanan lainnya adalah cara memperlakukan pengemudi mereka. Menurutnya, Anterin tidak membebani pengemudi dengan mengenakan potongan komisi pada setiap transaksi, tetapi dengan sistem langgan bulanan.

Model bisnis tersebut juga dianggap lebih adil dan lebih menguntungkan bagi pengemudi. Selain itu, model tersebut memberikan jawaban atas keluhan pengemudi yang merasa bahwa operator ojek daring mengenakan biaya terlalu tinggi untuk pekerjaan yang sepenuhnya dilakukan pengemudi.

Juga, pengguna mendapat manfaat dari fitur tawar-menawar dan opsi pemilihan pengemudi yang tersedia di aplikasi. Dengan fitur tersebut, pelanggan akan mendapatkan harga yang lebih masuk akal, sesuai kesepakatan tanpa harus didikte oleh aplikasi.

Baca Juga: Indonesia Transport (IATA) akan private placement Rp 36 miliar bulan ini

Hasil aksi korporasi tersebut tergantung dari uji kelayakan yang akan dilakukan IATA. Dengan asumsi proses uji kelayakan berjalan lancar, maka aksi tersebut akan rampung akhir Febuari nanti.




TERBARU

Close [X]
×