kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Indorama Synthetics (INDR) serap belanja modal US$ 12 juta hingga kuartal I-2019


Senin, 27 Mei 2019 / 21:32 WIB


Reporter: Kenia Intan | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indorama Synthetics Tbk (INDR) siapkan belanja modal (capex) US$ 44 juta sepanjang 2019. Hingga kuartal I-2019, anggaran belanja modal yang sudah terserap mencapai US$ 12 juta.

Total belanja modal dialokasikan untuk ekspansi produk polyester (benang) dan spinning (benang pintal). " Kapasitasnya kita naikkan 5% hingga 7% dari rata-rata kapasitas saat ini," kata Presiden Director Indorama Synthetics, Vishnu Swaroop Baldwa dalam pemaparan publik di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (27/5).

Rencananya, sekitar US$ 7 juta dari capex akan dimanfaatkan untuk anak perusahaan INDR di Turki. Sisanya, sekitar US$ 37 juta untuk pabrik Indonesia di Purwakarta. Adapun pabrik INDR di Indonesia terletak di Purwakarta, yakni di Jatiluhur dan Cempaka.

Vishnu lebih lanjut menjelaskan, sumber belanja modal tersebut berasal dari internal perusahaan. "Jika diperlukan kita akan mengambil fasilitas dari bank yang belum dimanfaatkan oleh perusahaan," kata Vishnu lagi, ia menjelaskan tidak perlu mencari sumber baru cukup memanfaatkan sumber dana yang tersedia.

Penyerapan belanja modal sejauh ini dimanfaatkan untuk pembiayaan mesin dan peralatan untuk persiapan produksi yang akan dilakukan mulai di kuartal III-2019 nanti.

Sekedar informasi, sebelumnya INDR mendapatkan pendapatan dana segar sejumlah US$ 55,13 juta dari hasil penjualan saham anak perusahaannya PT Indorama Pethrochemicals Indonesia (PTIP). Dana segar tersebut dimanfaatkan untuk pembayaran pinjaman perusahaan dari bank.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×